Kembali ke Jalan yang Benar, Eksplor Air Terjun Curug Kali Kawung Reboot

Foto 1. Kembali ke Jalan yang Benar, Eksplor Air Terjun Curug Kali Kawung Reboot

Eksplorasi pencarian air terjun Curug Kali Kawung mendadak batal karena harus rute ulang. Jalan setapak yang dilalui ternyata buntu.

Perjalanan kembalinya Team Klendangan ke Igir Nangka – tempat dimana kami parkirkan kendaraan bersama kendaraan-kendaraan yang lainnya.

Dalam perjalanan kembali, barulah disadari bahwa sepanjang jalan, pohon nangka yang sedang berbuah itu sudah mulai banyak yang ranum. 

Disempet-sempetin foto untuk kenang-kenangan.

Sebenarnya sih,  hasrat hati ingin memetik. Salah satu atau dua. Namun berhubung nggak nemu siapa pemiliknya urunglah niatan mengambil nangka-nangka ranum itu yang semkain dipandang semakin menggoda.

Biarlah, nangka-nangka itu jadi hiasan selama perjalanan kembali ke Igir Nangka.

Foto 2. Buah nangka segar di sekitar igir Nangka. Ds. Krajan. Kec. Pekuncen. Kab. Banyumas.

Selain dihiasi oleh pohon-pohon nangka, ada juga tanaman-tanaman lain yang menghiasi yang nggak disadari ternyata selama perjalanan nyasar tadi sudah nongkrong disitu.

Mungkin karena terlalu fokus mencari jalan menuju Air Terjun Curug Kali Kawung dan terlalu menikamti suasana baru yang begitu powerful nge-recharge.


Tanaman lain itu adalah Markisa.

Kenapa kok Markisa bisa-bisanya tumbuh subur di sini? Jauh dari keramaian, bukan pula di tanah perkebunan.

Sempet jadi obrolan hangat ketika team melangkah pulang menuju Igir Nangka. 

Analisis yang paling kuat yaitu sebuah kemungkinan dimana ada binatang malam - sebut saja Kalong - yang membawa Markisa matang dan menjatuhkan sisanya di tempat ini. 

Berhubung tanah kita (Indonesia punya tanah yang subur) diibaratkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman maka, tumbuhlah markisa-markisa ini menjadi bagian dari semak belukar yang menutupi bukit di sekitar igir nangka.

Foto 3. Penampakan Tanaman Markisa yang tumbuh diantara semak belukar di jalan setapak sekitar Igir Nangka.

Di perjalananan balik ke Igir Nangka untungnya rutenya mudah dilewati dan mudah pula untuk diingit. 

Jadi nggak terlalu membingungkan. 

Untungnya juga ketemu sama orang yang lagi ngarit alis nyari rumput. 

Usai ditanya tentang rute menuju Air Terjun Curug Kali Kawung, Jawabannya sangat mengejutkan.

Jalan yang dilalui oleh team saat ini adalah jalan yang salah. Harusnya ambil jalan ke kanan saat hendak ke Air Terjun Curug Kali Kawung.


Jalan yang dilalui merupakan jalur atau jalan untuk warga untuk mencari rumput untuk pakan ternak mereka.

So, terjawablah sudah kenapa dari tadi Air Terjun Curug Kali Kawung tak kunjung ketemu.

Yang terpenting adalah Team Klendangan tidak salah rute kembali ke Igir Nangka, tempat dimana kendaraan diparkirkan dan tanpa mamang-mamang penjaga parkiran.

Mudah-mudahan semua aman, sesampainya di lokasi parkiran.

Foto 4. Pohon Kopi di sekitar jalan menuju Igir Nangka.

Ngomongin soal kopi, Banyumas ternyata punya sejarah panjang soal dunia per-kopi-an. Bahkan sejak jaman penjajahan yaitu era terjadinya masa tanam paksa oleh Belanda. 

Dimana pada saat itu di Karisidenan Banyumas pernah menjadi primadonanya penghasil kopi.

Cuman sayangnya itu terjadi pada masa tanam paksa ya.

Kembali ke perjalanan kembali menuju Igir Nangka yang mana setelah sampai di titik parkiran, Perjalanan Eksplor Tempat Wisata Air Terjun Curug Kali Kawung akan di-Reboot.

Perjalanan kembali memang selalu terasa lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan ke arah yang dituju.

Begitu pula yang Team Klendangan rasakan ketika harus kembali ke tempat parkiran di Igir Nangka.

Dan nggak nyangka pula bakal begini indahnya saat hampir sampai.

Foto 5. Pemandangan Perbukitan dari Igir Nangka.

Kurang lebih seperti inilah hasil jepretan kamera Sony DSLR A-500 yang memang sudah biasa jadi pamungkasnya untuk alat dokumentasi dan satunya lagi pake kamera saku Sony DSC-W830. 

Foto 6. Landscape Banyumas

Istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan landscape sekitar Igir Nangka dan semilir angin yang bertiup.

Ah, rasanya ingin sekali memasang tenda dan bermalam di sini sambil menikmati kopi.

Namun sayangnya, sedikit sekali informasi yang didapat soal camping di sini.

Sebagai contoh perbandingan adalah Igir Kandang

Igir Kandang menawarkan suasana camping yang indah dan nyaman dengan spot foto instagenik yang berlatar belakang Gunung Slamet.

Selain itu di sini juga sudah tersedia Mushola, Toilet dan 2 Kantin dan gazebo.

Mungkin jika Igir Nangka dikelola dengan lebih baik lagi, bisa jadi the next primadonanya spot camping.

Foto 7. Daun pakis di lembah Igir Nangka.

Sebenarnya jalan (setapak) yang kami lalui - berangkat dan pulang - sama, yaitu jalan yang Salah satu sisinya adalah lembah dimana di lembah ini mengalir Sungai kecil yang gemercik airnya senantiasa terdengar.

Yang menarik lagi, di lembah dan bukit ini terdapat banyak sekali tumbuhan pakis yg cukup tinggi.

Mungkin, jika petualangan ini diteruskan sampai ujung, akan banyak ditemui pakis yang lebih tinggi dari yang kami saksikan saat melewati jalan setapak ini.

Foto 8. Sepatu seksi dokumentasi Jebol saat perjalanan balik ke Igir Nangka. Sekitar Air Terjun Curug Kali Kawung.

Traveling kali ini memang agak beda ya. Kalau dulu waktu Team Klendangan visit ke Tempat Wisata Alam Guci, Tegal nggak ada cerita sepatu jebol.

Bahkan ketika Team Klendangan juga berkunjung lagi untuk ke dua kalinya saat Team Klendangan nginep di Villa Baron Hill dan menikmati beberapa wahana di Baron Hill juga nggak ada tragedi sepatu jebol. 

Waktu Team Klendangan jalan-jalan ke Jalan Malioboro sampai ke Tempat wisata Pantai Menganti Kebumen juga ga ada masalah.

Semua pasti ada umurnya.

Jangankan Sepatu yang notabene bikinan manusia, yang bikinan Sang Pencipta aja ada umurnya ๐Ÿ˜‡.

Ah, ya sudahlah, nggak perlu diratapi, yang terpenting sekarang adalah, Team Klendangan sudah sampai di titik parkiran di sekitar camp area Gunung Anyar (Igir Nangka).


Posting Komentar

0 Komentar