Hunting Moment 17 Agustus di Alun-alun Brebes Bareng Sony A6400

Hunting Moment 17 Agustus di Alun-alun Brebes Bareng Sony A6400. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Hunting Moment 17 Agustus di Alun-alun Brebes Bareng Sony A6400. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Tanggal 17 Agustus 2025 jatuh pada hari Minggu. Saya yang memang sudah terbiasa bawa kamera Sony A6400 pagi itu — walau sebenarnya sudah kesiangan sih — tetap nekat keluar rumah buat hunting moment tujuhbelasan. Dan tanpa direncana sama sekali, saya akhirnya mampir ke Alun-alun Brebes.

Pagi itu jadi kali pertama saya melihat langsung pucuk pimpinan pemerintahan Kabupaten Brebes dan beberapa orang penting lainnya dalam Upacara Pengibaran Bendera di Alun-alun Kabupaten Brebes. Honestly, suasananya cukup berbeda dibanding melihat upacara lewat televisi atau live streaming.


“Ada Acara Apa Sih di Alun-alun Brebes...?”

Pertanyaan “Ada apa sih di Alun-alun Brebes?” sebenarnya lebih bernada penasaran. Karena waktu itu saya memang sedang ada niatan buat hunting moment atau — kalau memungkinkan — spontaneous collaboration dengan siapa pun yang mungkin tertarik diajak motret bareng. Itung-itung sambil mengasah kemampuan dan insting fotografi.

Sayangnya, kesalahan saya datang agak telat bikin saya harus menunggu momen Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun Brebes tahun depan lagi. Karena saat saya sampai di lokasi, upacara 17 Agustus 2025 ternyata sudah selesai.

Tapi ya mungkin memang begitu serunya street photography dan moment hunting. Kadang yang dicari justru terlewat, tapi malah dapat suasana dan cerita yang sebelumnya tidak direncanakan.

Namun sesampainya saya di Alun-alun, suasana masih terasa ramai. Banyak masyarakat yang masih berkumpul, beberapa petugas masih standby, dan saya mulai melihat beberapa spot menarik untuk mengambil gambar. The atmosphere still felt alive, even after the main ceremony had ended.

Saya sendiri waktu itu membawa kombinasi Sony A6400 dan Tamron 70-300 Sony A-Mount. Buat saya pribadi, setup ini cukup menyenangkan dipakai untuk candid shot dan menangkap ekspresi orang dari jarak yang agak jauh tanpa terlalu mengganggu suasana.


Ada pertunjukan orchestra di Alun-alun Brebes

Honestly, ini adalah kali pertama saya melihat secara langsung pertunjukan musik orchestra. Betapa beruntungnya saya bisa melihat pagelaran musik seunik ini. Berkat pertunjukan musik ini, kekecewaan kehilangan moment menyaksikan upacara bendera secara langsung akhirnya terobati.

Seorang Konduktor Orchestra Brebes Beres Di Inagurasi HUT RI 80 Alun-alun. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Foto 1. Seorang Konduktor Orchestra Brebes Beres Di Inagurasi HUT RI 80 Alun-alun. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Saya pun mengambil kombinasi "mematikan" disaat tidak ingin kehilangan moment dan mengambil jarak aman agar tidak mengganggu penonton.

Kombinasi "mematikan yang saya maksud adalah Sony A6400 dengan Tamron 70-300 A-Mount. Tak butuh waktu lama untuk memakai set up ini karena jauh-jauh hari sebelum hunting moment hari ini, saya sudah menambahkan adaptor A-Mount to E-Mount body. Praktis, tinggal lepas-pasang saja.

Foto 1 di atas adalah hasil jepretan pertama hunting moment 17 Agustus di Alun-alun Brebes pakai Sony A6400 + Tamron 70-300. Dimana ada seorang konduktor Orchestra dengan setelan hitam tampak serius memimpin jalannya pertunjukan. Dari kejauhan saya sempat memperhatikan gerak tangannya yang tegas namun tetap santai. Honestly, moment seperti ini kadang justru lebih menarik untuk dipotret dibanding acara utama yang terlalu formal. Beliau terlihat mewah dan mengesankan sekali.

Pemain Perkusi di Brebes Beres Orchestra, Hut RI 80 Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Pemain Perkusi di Brebes Beres Orchestra, Hut RI 80 Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Disisi panggung orchestra yang lainnya seorang pemain perkusi nampak tengah serius memainkan alat musiknya.

Sama seperti konduktor perkusi, Pria ini juga memakai setelan hitam yang elegan. Perpaduan formal namun santai dalam pagelaran musik yang asik.

Terkadang motret itu bukan hanya soal objek yang melihat keberadaan kamera tapi saat objek tengah serius memainkan perannya.

Tetap manggung walaupun harus pakai alat bantu, Salut. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Tetap manggung walaupun harus pakai alat bantu, Salut. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Di tengah alunan musik yang asik didengar saya melihat seorang vokalis berkebutuhan khusus. 

Tangannya yang kuning langsat nampak sedang menggenggap erat standing frame berwarna keemasan.

Moment emas ini pun saya abadikan dengan cukup baik pakai Sony A6400 + Tamron 70-300mm A-mount.

Beliau ini bukan hanya menampilkan kemampuan diri namun semangat perjuangan yang nyata.


Pembuktian lensa tele zoom dalam penggunaan yang tidak lazim (close up)

vocalist cantik dengan busana muslim putih di perayaan HUT RI 80 Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com
vocalist cantik dengan busana muslim putih di perayaan HUT RI 80 Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Inilah yang saya sebut kombinasi mematikan dari Sony A6400 + Tamron 70-300mm A-mount yang menfhasilkan foto close up. Sebuah penggunaan tak lazim.

Biasanya, lensa 70-300mm digunakan untuk foto burung dan satwa liar, olah raga dan aksi tapi kali ini saya mencoba sesuatu yang beda. Yaitu foto close up.

Hasil fotonya ternyata suangaaat mencengangkan.

Objek seorang vocalist yang saya coba abadikan dari jarak cukup jauh, ditangkap nyaris sempurna dengan bokeh yang menawan.

violinist wanita berhijab di Brebes Beres Orchestra. Foto dokumentasi Sparklepush.com
violinist cewek berhijab di Brebes Beres Orchestra. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Hasil jepretan close up berikutnya adalah saat saya memotret seorang vioinist wanita yang tengah serius memainkan perannya di panggung. 

Dengan buasana serba hitam — juga dengan jilbab yang se-warna dengan busananya, dia terlihat elegan dan moment ini saya abadikan dengan kamera sony A6400 + Tamron 70-300mm.

Bokeh yang membulat di bagian pojok kiri atas gambar membuat saya terpesona dengan produk Tamron 70-300mm A-Mount.

Violinist cowok dengan setelan jas hitam dan kemeja putih di moment 17 Agustus Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Violinist cowok dengan setelan jas hitam dan kemeja putih di moment 17 Agustus Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Selain violinist cewek, ada juga yang cowok.

Diwaktu yang bersamaan setelah mendokumentasikan violinist cewek di pagelaran orchestra 17 Agustus Alun-alun Brebes ternyata Violinist cowok lain yang sedang mengikuti irama.

Dengan setelan jas hitam dan kemeja putih yang formal namun musik yang dibawakan pada saat itu adalah musik santai yang enak dinikmati oleh telinga saya. Saya pun sesekali bergoyang mengikuti alunan lagu.

Pengalaman nonton pertunjukan musik orchestra yang benar-benar akan teringat sepanjang masa. Jika tahun depan ada lagi pertunjukan yang seperti ini, aku benar-benar tidak ingin melewatinya baik dari awal hingga akhir.

Ibu Bupati Kabupaten Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. di Alun-alun Brebes saat perayaan 17 Agustus. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Ibu Bupati Kabupaten Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. di Alun-alun Brebes saat perayaan 17 Agustus. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Ada moment ketika saya merasa jepretan dari sony A6400 + Tamron 70-300mm sudah sempurna saat meninjau hasilnya di layar TFT LCD yang memiliki resolusi 921.600 titik namun ternyata fokus yang saya dapatkan agak meleset.

Seperti contoh foto Ibu Bupati Kabupaten Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M yang masih berada di Alun-alun mengikuti acara HUT RI ke 80 yang dimeriahi Brebes Beres Orchestra.

Terkadang hunting moment seperti ini saya ingin seperti naruto dan pakai kagebunshin dan tiap bunshin memotret moment-moment epic di lokasi. Sayangnya makin banyak bunshin, oromatis makin banyak pula kamera yang harus saya punya. Wkwkwkw.... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜
Nggak ada yang mayungin, Ibu Bupati makin bersinar aja dibawah lampu penerang yang alami.

Honestly, saya bingung dengan tatapan Ibu Bupati, apakah beliau melihat kamera saya saat saya memotret candid, atau beliau memperhatikan orang lain di depan atau di belakang saya.

Memang, on this moment there are so many people and some of them are people who bring camera on their neck.

Jadi biar saya nggak kepedean, aku menyimpulkan bahwa Beliau tidak melihat saya, tapi melihat orang lain yang berada di sekitar saya.

Yang saya sangat sayangkan dari hasil foto ini adalah pose yang tepat — menurut sudut pandang fotografer pemula seperti saya — namun focusnya meleset karena secara teknis Sony A6400 + Tamron 70-300mm A-mount tidak lagi menjadi perangkat yang otomatis (auto focus).

Jadi, ada jeda sepersekian detik saat objek bergerak, focus lensa pun harus menyesuaikan dengan diputar manual.

Padahal sudah tahan napas, tangan juga pegang erat kamera biar nggak shake. Ehhh..., objek-nya moving.
Jadi kalau ngandelin single shot kayaknya nggak pas.

So, I changed to continuous shooting mode.

And yes... sometimes an unplanned morning trip can turn into a memorable photography story.

Posting Komentar

0 Komentar