![]() |
| Foto Kolase di Pesisir Losari (Prapag Lor). Foto dokumentasi Sparklepush.com (hasil jepretan Sony A6400) |
Hari minggu umumnya jadi hari yang asyik untuk berkunjung ke tempat wisata tapi tidak buat saya.
Saya justru memilih tempat yang berbeda yaitu membaur bersama orang-orang pesisir di Prapag Lor, Losari Kabupaten Brebes.
Saya tertarik datang ke sini karena dulu, sekitar dua dekade lalu saya pernah kesini namun bukan untuk hunting tapi menjalankan "tugas"
Persiapan Touring Tipis-tipis Ke Pesisir Losari, Kabupaten Brebes.
Nggak banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk touring tipis-tipis kali ini. Saya hanya menyiapkan beberapa barang penting:
- Kamera Sony A6400. Sudah sangat siap sejak malam. 1 Baterai utama (bawaan) dan 2 baterai back up sudah terisi penuh dan siap untuk hunting.
- Memori penyimpanan 2 unit lexar dan 1 unit sundisk SD Card sudah siap menangkap berbagai moment dengan foto ataupun video.
- Tripod K&F sudah siap
- Lensa kit + Tamron 70-300mm
- Smash Fi sudah siap menjelajah karena sudah service dan ganti oli rutin jadi meminimalisir resiko selama perjalanan.
Setelah semua sudah dipastikan masuk ke dalam tas kecil yang sudah mulai pudar warnanya lanjut ke warming up si Smash Fi.
Rute perjalanan Ke Pesisir Losari.
![]() |
| Foto 1. Suasana Siang di Pasar Klampok saat Menuju Pesisir Losari. Kab. Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Samsung M15) |
Perjalanan Ke Pesisir Losari dimulai Dari Pasar Ayam Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Saya memulai perjalanan sekitar jam 8.42 WIB dan dokumentasi awal cukup pakai Samsung M15 saya yang hasil fotonya cukup bagus.
Pada Foto 1 di atas adalah suasana Pasar Klampok pada jam 8.42 WIB yang saya jadikan waktu awal keberangkatan.
Pasar Klampok kala itu masih ramai dengan hiruk-pikuk aktifitas penjual dan pembeli.
Saya nggak berhenti lama di sini. Selain nggak ada tempat buat ngadem saya juga nggak pingin mengganggu lalu-lintas di jalan ini. Jadi, cekrek lalu budhal...!
Dari Pasar Klampok Brebes rute menuju Pesisir Losari Brebes selanjutnya adalah Jalan Pantura
![]() |
| Rute Pasar Klampok - SPBU Pertamina (Losari Brebes). Screenshot Google Map |
30 Menit perjalanan, Pasar Ayam Klampok - Losari (Brebes), nggak nyadar kalau si Smash Fi minta jatah BBM.
![]() |
| Indikator BBM di dasbor Smash Fi sudah menunjukkan ke warna merah saat berhenti di SPBU Pertamina Losari, Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Samsung M15) |
30 Menit lamanya atau sekitar 22 Kilometer kemudian akhirnya saya pun sampai di sebuah SPBU kiri jalan (Selatan) yang tidak begitu besar.
Saya berhenti di sini untuk mengisi BBM karena saya melihat indikator tangki sudah mulai "teriak minta jatah".
Saya isi tangki Smash Fi saya Rp. 30.000 saja, mungkin sekitar 3 literan. Segitu aja saya rasa bisa cukup buat ngaspal ke Jawa Barat bolak-balik tujuh kali putaran. Plot Twisnya, sanggup sih, bolak-balik Jawa Barat tujuh kali putaran. Lha wong saya tinggal beberapa kilometer dari SPBU ini ke Jabar. Wkwkwkw.... 😁.
Meskipun terasa teriknya matahari, saya masih tetap lanjut perjalanan menuju pesisir Losari.
Dua pertigaan atau satu perempatan jalan? aku dibikin bingung di sini.
Di depan SPBU ini saya lihat ada pertigaan ke arah utara dan ada lagi satu pertigaan yang ada di samping SPBU ini yang menuju desa-desa di sebelah selatan Losari seperti Babakan, Karangjunti, Dukuhsalam, Negla, Bojongsari, Karangsambung, Jatisawit, dan Randegan.
Inilah yang bikin saya agak linglung. Ini jalan sebenarnya dua pertigaan yang kebetulan ketemu di satu line yang sejalur atau sebenarnya sebuah perempatan jalan yang salah satu ruas jalannya kegedean.
Ah, daripada bingung mikirin ini (dua pertigaan atau satu perempatan). Jadi, saya ambil jalur ini yang mengarah lurus ke sebuah desa yang masih dalam wilayah administrasi Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes yaitu Desa Prapag Kidul.
Diblokade oleh permintaan maaf yang sopan
![]() |
| Perbaikan Infrastuktur Jalan di Jl. Pulosaren Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Samsung M15) |
Saat menuju Desa Prapag yang letaknya di paling ujung utara Kecamatan Losari. Saya di "blokade" oleh dua papan informasi yang dengan sopan berkata: "MAAF...!!! JALAN DITUTUP SEMENTARA" dan "HATI-HATI...!!! SEDANG ADA PEKERJAAN JALAN".
Karena saya nggak pingin harus putar balik kalau ternyata jalan tersebut benar-benar tidak bisa dilalui jadi saya ambil jalan ke kanan dan mengikuti motor lainnya yang searah dengan saya.
By the way, Desa Prapag "terbelah" dua, Prapag Lor dan Prapag Kidul dan Desa Prapag ini kalau dilihat di google map adalah desa paling ujung utara di Kecamatan Losari.
Melewati jalan berliku, berdebu dan berbatu
![]() |
| Jalan alternatif menuju pesisir Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Samsung M15) |
Ini yang paling nggak enak saat touring tipis-tipis menuju Desa Prapag.
Alih-alih dapetin jalan yang halus, mulus, lurus dan bebas hambatan malah ketemu jalan yang berliku, berbatu dan berdebu.
Semoga saja setelah jalan Pengabean selesai diperbaiki, jalan yang saya lalui hari ini segera menyusul diperbaiki pula.
Ngopi adalah piala berharga saat tiba di Pesisir Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losar Kabupaten Brebes.
![]() |
| Ngopi di salah satu sudut desa Prapag Kidul, Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Samsung M15) |
Alhamdulillah, finaly sampai juga di tujuan.
Lelah, senang dan bangga bercampur dan larut dalam pahit manisnya kopi hitam sasetan yang saya beli di warung sekitar.
Luckily, there is a simple hut around here that I can use to rest for a while while enjoying coffee.
Jadi, aku tanggalkan tas punggungku yang berisi tripod, kamera Sony A6400 kemudian duduk santai dan berswafoto dengan latar belakang sebuah perahu kayu yang sedang dirakit.
Perahu di belakang saya ini masih telanjang, belum dapat sentuhan apapun bahkan papan-papan kayu yang belum dicat sesekali membuat saya mudah menerka kalau dari bentuk seratnya seperti kayu jati.
Mulai pake Sony A6400 dan menikmati kehangatan yang akrab di Desa Pesisir Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.
Menerapkan etika biar aman dalam berkarya dengan Sony A6400
![]() |
| Hangatnya kebersamaan bersama warga setempat di salah satu sudut Prapag Kidul, Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Sony A6400 + Lensa Kit) |
Di sini, saya mulai mengeluarkan isi tas saya yang di dalamnya ada kamera andalan saya, Sony A6400 + lensa kit (16-50mm F3.5) pembelian 2024 silam.
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, hal menarik yang tidak saya duga saat berada di sini ternyata di sini adalah tempat pembuatan dan perbaikan perahu.
Gubug sederhana yang menjadi tempat ngopi dan ngadem di sini ternyata juga untuk ngumpul bapak-bapak.
Uniknya, meskipun kami tidak saling kenal satu sama lain, obrolan bisa dengan mudahnya mengalir hangat dan akrab.
Bahkan saya tidak merasa diperlakukan seperti orang asing meskipun tempat ini baru pertama kali disinggahi.
Itulah alasan kenapa saya berani ambil swafoto bareng dengan bapak-bapak ini dan dengan mudahnya mereka mengijinkan saya meminta ijin untuk mengambil foto bareng.
Pembahasan tentang etika berfoto di ruang publik, kalau nggak salah sudah pernah saya bahas di sini: Etika Memotret di Ruang Publik: Biar Keren, Tapi Tetap Sopan
Jalan setapak yang jauh dari kata layak
![]() |
| Seseorang dan Perahu, Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush .com (Sony A6400 + Lensa Kit) |
Jadi, di depan gubug peristirahatan saya dan sekaligus menjadi tempat ngademnya Bapak-bapak desa Prapag kidul ini menjadi akses jalan untuk warga.
Pada saat saya datang ke Prapag Kidul ini untungnya tidak ada hujan. Jadi, jalan setapak ini sudah kering.
Meskipun terlihat kering, saya tetap membayangkan bagaimana kondisi jalan ini jika durasi hujan 3-4 jam lebih.
Jangan remehkan lensa kit 16-50mm, masih bisa diajak bokeh tipis-tipis kok.
![]() |
| Cat ulang perahu. Aktifas warga Desa Pesisir Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Sony A6400 + Lensa Kit) |
Menurut pemahaman saya, foto yang dramatis itu salah satu unsur yang harus dipenuhi adalah bola-bola bokeh(walaupun ini bukan hal yang mutlak), baik di foreground atau background. Mohon koreksinya jika pernyataan saya ini salah, sebab saya juga masih pemula.
Salah satu hasil foto yang cukup dramatis yang saya dapatkan di desa pesisir Prapag Kidul ini adalah saat saya memotret seseorang yang sedang mengecat ulah sebuah perahu.
Memang, tak bisa dipungkiri, warna bisa merubah mood kita. Begitu juga dengan perahu ini, semoga saja sang pemilik perahu ini mendapatkan semangat yang terbarukan seiring dicat ulangnya perahunya.
Setelah puas dengan foto bokeh dilatar depan, saya bergeser sedikit.
Bukan untuk mencari golden ratio, atau rule of third - kaedah komposisi fotografi, tapi untuk memperjelas apa yang dilakukan oleh pria pengecat perahu ini.
Yang saya lihat dari peristiwa ini bukan sekedar melihat seorang pria yang sedang mengecat perahu. Tapi, di desa pesisir ini masih ada pekerjaan bagi mereka yang mau melakukannya tanpa rasa malu (gengsi).
Sekonyong-konyong dalam otak saya berkata:
Kalau gengsi, mana mungkin dompetmu terisi
Tentu pekerjaan seperti ini bukanlah pekerjaan idaman bagi semua orang, apalagi anak jaman sekarang.
Kepoin peralatan apa saja yang dipakai untuk membuat perahu.
Alat ini telah memudahkan pekerjaan dalam membuat perahu.
Dilihat dari penampakan katrol yang sudah berkarat, sepertinya alat ini sudah cukup lama tidak digunakan atau karena reaksi besi yang berada di lingkungan air asin. Selain katrol rantai ini, ada juga alat lain yang digunakan, yaitu klem. Klem adalah alat penjepit yang digunakan oleh pembuat perahu untuk menyatukan lembaran-lembaran kayu agar tidak bocor dan untuk keperluan lainnya.
Tetap asyik ditengah terik, anak pantai Desa Pesisir Prapag Kidul riang bermain layangan.
Respect sama anak-anak yang nggak kecanduan gadget, di sini, anak-anak desa pesisir Prapag Kidul Kecamatan Losar Kabupaten Brebes masih ada yang asyik bermain layangan.
Saya dibikin kangen sama masa kecil saya sendiri yang pernah main layangan juga. Jaman itu dimana saya belum mengenal apa itu komputer, apa itu hp (handphone) dan apa itu play station.
Seakan nggak ingin kehilangan moment, saya mengabadikan bocah-bocah ini yang lagi asyik main layangan di tengah terik matahari.
Sangkin nggak moment ini lewat begitu saja, saya malah mengabaikan apa itu leading line, apa itu rule of third dan golden ratio dan lain sebagainya. Ya, saya sadar, bukanlah seorang fotografer profesional, bahkan disebut fotografer amatir pun enggan.
Menemukan ketidak-sempurnaan Mode Intelligent Auto di Sony A6400.
![]() |
| Anak pesisir Desa Prapag Kidul sedang asyik bermain layangan (bagian 2). Foto dokumentasi Sparklepush.com |
![]() |
| Foto setelah di-Crop dan diperbesar. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
"Nothing is perfect" memang kadang relate.
Dengan menyerahkan kendali penuh pada alat bisa saja terjadi hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan meskipun secara teori, mode auto adalah "matematis" yang sempurna. Tapi tidak sepenuhnya benar.
Dari sini saya coba menganalisis kesalahan yang terjadi.
Analisis 1
Mungkin saya tidak memperhatikan dimana jatuhnya titik fokus.
Analisis 2
Terlalu cepat pencet tombol shutter padahal kamera masih mikir setingan yang tepat.
Analisis 3
Lensa kit Sony A6400 mulai letoy.
Analisis 4
saya masih pemula dan butuh banyak belajar memaksimalkan penggunaan Kamera Sony A6400.
Berikut ini saya tunjukkan contoh hasil jepretan Sony A6400 yang saya anggap gagal.
Kesimpulan
Terkadang touring itu nggak harus ke tempat wisata.
![]() |
| Tumpukan cangkang tiram. Foto dokumentasi Sparklepush.com (Sony A6400) |
Riding tipis-tipis ke lokasi yang nggak jauh dari tempat tinggal kadang lebih mengasyikkan dibanding jauh-jauh ke tempat wisata.
Melihat aktifitas orang lain yang asyik untuk diulik
dari hasil blusikan kali ini saya jadi tahu bahwa membuat perahu seukuran ini ternyata butuh banyak waktu dan tenaga dan karena itu harganya jadi fantastis.
Tak semua orang pesisir itu 100% nelayan.
Ada banyak profesi di sini. Mulai dari pengrajin perahu, pengepul ikan, nelayab dan pengolah hasil laut salah satunya mengambil daging tiram.
Apa yang bisa diandalkan Sony A6400 + lensa kit (16-50mm f3.5) di situasi seperti ini?
Auto fokus yang fast respon. Warna yang sesuai dengan keinginan meskipun masih ada celah
Akhir kata dan doa untuk Warga Desa Pesisir Prapag Kidul.
Terima kasih untuk bapak-bapak yang dengan begitu ramahnya menyambut saya dengan obrolan menfalir apa adanya.
Semoga sehat selalu warga Desa Prapag Kidul. Selalu dalam lindungan Allah S.A.W
























0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏