Sparklepush.com: 5 Tips Merawat Rantai Motor Supaya Tidak Gampang Berkarat

Rantai motor merupakan salah satu komponen penggerak yang menghubungkan putaran dari mesin ke roda. Nah, supaya jalan-jalanmu tetap asyik tanpa mengurangi performa kendaraan, rantai tentu harus selalu terjaga kondisinya. Oleh karena itu, Sparklepush.com kasih kamu tips merawat rantai motor supaya tidak gampang berkarat.


Tips Merawat Rantai Motor
Tips Merawat Rantai Motor. Foto Jusdevoyage

Tips Merawat Rantai Motor

Seperti yang Klepusher tahu, rantai motor harus dijaga agar tidak gampang berkarat dan berisiko putus apalagi kalau pas lagi jalan-jalan. Untuk itu, Klepusher harus menjaganya dengan melakukan perawatan secara berkala. Berikut beberapa tips yang bisa Klepusher terapkan untuk merawat komponen tersebut biar worry free pada saat traveling.

1. Beri Pelumas secara Berkala

Tips paling umum dalam merawat rantai adalah dengan rajin memberi pelumas pada rantai dan gear. Pemberian pelumas bisa Klepusher aplikasikan setidaknya 2 minggu sekali. Pemberian pelumas bisa kamu lakukan dalam posisi mesin standar dua. Kemudian, kamu berikan pelumas pada rantai bagian belakang sambil memutar roda.

Cara tersebut cukup efektif untuk membuat rantai motor berjalan secara normal. Pemberian pelumas bisa menggunakan pelumas mesin jahit maupun pelumas khusus untuk perawatan rantai dan gear.

Sebisa mungkin hindari penggunaan oli bekas karena oli bekas mengandung banyak kotoran yang tersamar. Kondisi ini berisiko memperburuk laju rantai karena tingkat gesekan malah menjadi lebih berat dari sebelumnya. Hayo ngaku, siapa yang suka pake oli bekas? ๐Ÿ˜†

2. Membersihkan Rantai secara Berkala

Karena posisi rantai motor ada di bagian bawah motor, komponen ini rentan kotor. Jika tidak dibersihkan, lumpur ataupun kotoran yang menempel dapat menimbulkan karat. 

Maka dari itu, membersihkan rantai dan gear secara berkala wajib dilakukan apalagi kalau kelpusher habis jalan-jalan yang jalannya nggak enak banget. 


Klepusher bisa membersihkan rantai sembari mencuci motor atau sengaja membersihkan rantainya saja. Lakukan kegiatan ini setidaknya 1-2 minggu sekali. Bahkan, Klepusher dianjurkan untuk membersihkan rantai lebih sering kalau terjebak jalan-jalan berlumpur, becek, dan hujan. 

Jangan lupa beri pelumas kembali setelah melakukan pembersihan! Hal ini difungsikan agar laju rantai tetap lancar dan stabil. Selain itu, pemberian pelumas bertujuan untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara gear dan rantai. Dengan begitu, risiko gear aus bisa dihindari sedini mungkin.

3. Perhatikan Kekencangan Rantai

Hal yang paling rawan dan jarang disadari pengguna motor adalah tingkat kekencangan rantai motor. Tingkat toleransi rantai dari posisi awal adalah sekitar 2 cm. Kamu bisa memeriksa toleransi tersebut dengan mengangkat bagian tengah rantai yang menggelantung dan mengukur pergeserannya.

Ilustrasi Kekencangan Rantai Motor. Foto Jayasahan Hansana 

Lakukan adjustment pada rantai yang terlalu longgar atau terlalu kencang. Pasalnya, jika rantai terlalu kencang, rantai berisiko putus karena tekanan dari luar. Sementara itu, saat terlalu longgar, rantai berisiko loss track atau keluar dari gear belakang dan tidak pada jalurnya. Tentu Klepusher nggak mau hal-hal ini terjadi pada saat jalan-jalan kan!


Untuk melakukan adjustment, kamu bisa melihat kelurusan roda secara manual atau melihat dan menyamakan garis atau jarak dari 2 sisi. Lakukan pengendoran as motor agar bisa kamu sesuaikan. Jangan lupa mengencangkan kembali as motor yang tadi kamu kendurkan.

4. Perhatikan Kelurusan Gear Belakang (Roda)

Sebelum jalan-jalan, khususnya saat melakukan perawatan rutin, pastikan untuk melakukan adjustment pada posisi gear belakang. Pastikan kalau roda tepat berada pada porosnya. 

Ilustrasi Kelurusan Gear Belakang. Foto Rafael Alves

Umumnya, ketika pemasangan roda tidak lurus, posisi gear belakang juga akan jadi  tidak selaras secara otomatis. Jika dibiarkan, posisi yang tidak lurus ini akan sangat berisiko saat melakukan perjalanan jauh. 

Selain membebani rantai karena dipaksa bekerja tanpa toleransi aman, pengaturan yang kurang baik juga akan membuat jalan motor menjadi tidak stabil dan rawan terjadi selip.

5. Melakukan Penggantian Berkala pada Rantai dan Gear

Cara terakhir adalah tidak memaksakan rantai dan gear bekerja terlalu lama. Setiap komponen memiliki umur atau kapasitas penggunaan masing-masing. Jadi, penting untuk memperhatikan kondisi rantai secara rutin. Rantai yang mudah kencang atau kendur setelah disesuaikan menjadi tanda untuk segera diganti dengan yang baru. 

Ganti juga komponen gear yang sudah aus, tipis, atau sudah lancip. Saat gear terlalu lama digunakan, gesekan rantai akan membuat gear jadi lancip. Hal ini membuat gigitan gear pada rantai menjadi kendur dan rawan terjadi loss track.

Gunakan sparepart berkualitas sesuai rekomendasi pabrik. Penggantian gear set lebih disarankan karena sudah satu paket bawaan pabrik. Kamu juga bisa meningkatkan kualitas atau jumlah gear, tetapi pertimbangkan lebih dalam karena rekomendasi pabrik digunakan untuk kenyamanan pengendara.

Nah, itulah lima tips merawat rantai motor supaya tidak gampang berkarat. Melihat pentingnya komponen ini, ada baiknya kamu memberikan perhatian lebih pada perawatannya. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar

0 Komentar