[Part 3] Pengalaman Jalan-jalan yang Mengasyikkan ke Tempat Wisata Air Terjun Curug Bajing Kec. Petungkriyono Kab. Pekalongan

Foto 1. Gerbang masuk menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing di Kecamatan Petungkriyono.

Ternyata Pengalaman Jalan-jalan yang Mengasyikkan ke Tempat Wisata Air Terjun Curug Bajing Kec. Petungkriyono Kab. Pekalongan sudah sampai di Part 3.


Bagi Klepusher yang ingin membaca travel story tentang pengalaman perjalanan yang mengasyikkan ke tempat wisata air terjun Curug Bajing part 2 dan part 1 bisa klik di link berikut ini ya:


Dan sekarang, perjalanan Team Klendangan sudah sampai di disebuah jalan yang mulai banyak tanjakannya.

Dari sebuah jembatan yang entah keberapa ini maka Klepusher akan menjumpai sebuah gapura yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. 

Jika tidak dilihat dengan seksama, maka gapura di salah satu ruas jalan menuju Tempat Wisata Air Terjun Curug Bajing ini maka akan terlewati begitu saja hingga mungkin akan merasa bahwa tidak melihat apa-apa selain pohon-pohon yang menjulang tinggi di sekitar jalananan.

Berikut sparklepush.com tunjukin fotonya.

Foto 2. Salah satu ruas jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing yang ada gapuranya. Ditandai dengan garis merah.

Kalau nggak salah, setelah melewati gapura ini, kondisi jalan sudah mulai naik-naik ekstrim ditambah lagi dengan badan jalan yang tidak cukup lebar dan bisa dibilang terlalu sempit sehingga jika Klepusher bertemu dengan kendaraan roda 4 di depan, maka akan butuh waktu yang lama untuk bisa menyalipnya.

Menyalip kendaraan roda empat di depan sebenarnya sangat beresiko apa lagi jika tidak diiringi dengan menyalakan lampu sein dan ditambah lagi badan jalan yang tak terlalu luas. 

Harus ekstra hati-hati karena jika tidak hati-hati maka resikonya adalah menjadi penyebab kecelakan pengguna jalan yang lainnya. 

Disepanjang jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing, kiri dan kanannya tebing dan jurang terutama di sepanjang ruas jalan sekitar Hutan Sokokembang. 


Makanya, akan lebih aman jika tidak srugal-srugul ataupun pecicilan selama melewati jalan-jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing.

Usai melewati beberapa tanjakan, tikungan dan turunan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing yang penuh dengan pohon-pohon besar akhirnya tiba pula di tempat yang cukup luas bagi mata untuk memandang langit biru.

Ya, meskipun langit biru dan awan putihnya tak seindah yang dibayangkan namun seenggak-enggaknya Team Klendangan sudah jauh dari resika kejatuhan ranting-ranting pohon bahkan pohon tumbang yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Foto 3. Suasana salah satu ruas jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing setelah melewati hutan lindung terbatas di desa Sokokembang.

Sampai di sini, aktivitas penduduk sekitar mulai kelihatan, salah satunya adalah berkebun. 

Aktivitas warga di sekitar jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing yang pernah disaksikan oleh Team Klendangan adalah:
  1. Pedagang
  2. Peternak
  3. Petani
  4. Pengrajin Gula Aren
  5. Berkebun
Nah, setelah melewati beberapa jalan tanjakan dan turunan serta tikungan dan jembatan-jembatan Team Klendangan menjumpai sebuah air terjun yang cukup indah dan berada di pinggir jalan.

Jelas, jalan yang "dihiasi" oleh air terjun alami ini belum pernah dijumpai oleh Team Klendangan pada kesempatan jalan-jalan sebulmnya seperti di Perjalanan ke Pantai Menganti Kebumen, Perjalanan menyusuri jalan di jalur gunung lio Brebes, Perjalanan munuju tempat wisata Pasir Gibug, atau bahkan ke Pantai Pangandaran dan Pantai Ujung negoro

Jadi, jalan-jalan Team Klendangan kali ini bener-bener unik ya. 

Foto 4. Salah satu ruas jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing yang melewati perkampungan warga.

Foto 5. Pemandangan pepohonan yang cukup rapat, difoto dari jalan menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing.

Foto 5 di atas adalah view atau pemandangan yang menunjukkan bahwa Petungkriyono dipenuhi dengan tutupan lahan hijauan yang banyak menghasilkan oksigen dan menyerap CO₂ dan zat polutan udara yang lainnya

Jadi, kelestariannya perlu benar-benar dijaga agar hutan di Kecamatan Petungkriyono ini tidak berkurang luasnya.

Nah, setelah melewati pemandangan ini, Team Klendangan menjumpai sebuah air terjun yang sudah disinggung sebelumnya dimana air terjun ini tepat berada di pinggir jalan.

Air terjun ini dibuka untuk umum bahkan tidak perlu membayar tiket masuk alias GRATIS. Dan juga, tidak ada tukang parikr.

Inget ya Klepusher, meskipun disini tidak ada juru parkirnya, bukan berarti kalian bisa parkir senak udel kalian ya. 

Jadi jaga ketertiban dan kenyamanan bersama, Okay....!

Kebanyakan, dari pantauan Team Klendangan, di tempat wisaa air terjun yang berada di pinggir jalan ini dikunjungi oleh mereka yang ingin berkunjung ke tempat wisata berikutnya.

Maksudnya adalah, tempat wisata air terjun yang berada di pinggir jalan ini adalah tempat ampiran alias tempat yang digunakan untuk beristirahat bagi mereka yang ingin berkunjung ke spot-spot wisata lainnya yang ada di Kecamatan Petungkriyono. Begitu juga dengan Team Klendangan Sparklepush.com

Disini Team Klendangan mengistirahatkan kendaraannya dan juga ridernya untuk melemaskan otot-otot yang kaku selama perjalanan dari asal menuju tempat wisata air terjun Curug Bajing.

Foto 6. Jalan tikungan di sekitar air terjun pinggir jalan menuju Curug Bajing.

Nah, di sinilah tempat yang dimaksud jadi tempat ampiran para wisatawan yang hendak menuju Black Canyon, Welo Asri, Curug Bajing hingga menuju Telaga sigebyar mangunan.

Tempat wisata gratis ini tidak begitu luas, begitu pula dengan parkirannya. Untuk parkir satu unit mini bus saja sudah ngabisin tempat parkir buat yang lainnya.

Foto 7.  Suasana Air Terjun di Curug Sibedug yang letaknya di pinggir jalan rute menuju Curug Bajing.

Nah, bagi Klepusher yang berasal dari luar Kabupaten Pekalongan atau Kota Pekalongan, tempat wisata air terjun Curug Sibedug ini cocok buat rest area sambil makan mi instan di warung yang ada di sekitar Air Terjun Curug Sibedug karena memang perjalanan menuju surga tersembunyinya Pekalongan ini cukup melelahkan lho Klepusher.

Posting Komentar

0 Komentar