Hunting Moment Brebes Culture Festival Pakai Sony A6400 + Viltrox 35mm F1.7 [Part 2]

Foto 1. Pelepasan Bantuan Gempa NTT 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Foto 1. Pelepasan Bantuan Gempa NTT 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Okay, setelah selesai ngopa-ngopi dan udad-udud, saya lanjut lagi cerita pengalaman nonton Brebes Culture Festival dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 81. Kalau mau lihat foto-foto di sebelumnya bisa klik di Part 1.

Sebelum acara parade karnaval 17an yang digelar pada tanggal 29 Agustus 2026 ini dimulai. Ternyata ada sesi yang nggak boleh saya lewatin begitu saja.

Seremonial pelepasan bantuan kepada para korban gempa yang menimpa warga NTT pada 15 Agustus 2026.

Sesi itu adalah ketika Ibu Bupati menyampaikan beberapa kalimat pelepasan bantuan sambil memegang sebuah papan yang bertuliskan:

BANTUAN BREBES PEDULI UNTUK KORBAN TERDAMPAK BENCANA GEMPA NTT SENILAI Rp. 65.075.822

Usai mengucapkan kalimat pelepasan, Rombongan pengantar bantuan korban gempa NTT pun langsung berangkat.

Foto 2. Truk pengangkut bantuan peduli gempa NTT. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Semoga bantuannya terkirim dengan selamat dan disalurkan sampai kepada saudara kita yang terdampak Gempa NTT.

Detik-detik peresmian Brebes Culture Festival 2026 dengan gong

Foto 3. Ibu Bupati Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. dan Wamendagri Bapak Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.

Sudah pukul 18:22, usai pelepasan bantuan korban gempa NTT ternyata acara Brebes Culture Festival 2026 belum juga dimulai.

Mungkin masih ada tamu yang belum datang atau ada hal lain yang membuat kirab budaya ini disesuaikan waktu pelaksanaannya.

Jadi sembari menunggu gong dibunyikan, saya sempet foto-foto dulu beberapa moment termasuk saat Ibu Bupati Brebes dan Wamendagri sedang asyik berbincang-bincang (Foto 3).

Beberapa menit kemudian, Kakak-kakak MC mengumumkan kalau sebentar lagi akan diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kakak-kakak MC:

"Para Hadirin dimohon berdiri..." 

Sontak para hadirin saat itu pun beranjak dari tempat duduk dan langsung berdiri termasuk beliau-beliau yang berada di Panggung Kehormatan.

Foto 4. Suasana Panggung Kehormatan saat mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Usai mendengarkan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, seluruh hadirin pun dimohon untuk duduk kembali.

Saya kira usai mendengarkan lagu kebangsaan, acara Brebes Culture Festival akan langsung dimulai tapi ternyata tidak.

Saya denger Kakak-kakak MC menghaturkan Pak. Wamendagri Akhmad Wiyagus untuk menyampaikan pidato sambutan dulu setelah itu membuka acara kirab budaya ini dengan memukul gong.

Foto 5. Pidato Sambutan Pak. Wamendagri dilanjut pukul gong dan foto bareng. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Pak Wamen menyampaikan pidatonya dengan berdiri disebuah mimbar sederhana yang ornamennya nggak begitu rame. Namun ada satu yang mencolok yaitu lambang Kabupaten Brebes.

Pidato Pak Wamendagri ini nggak begitu lama, tapi nggak singkat juga. Kalau saya nangkep sih ada 3 point yang perlu digarisbawahi, yaitu:

  • Pembangunan & Ekonomi: Kebudayaan lokal harus dijadikan strategi utama pembangunan daerah sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan dan pariwisata.
  • Tata Kelola & Regenerasi: Pentingnya penguatan basis data kebudayaan untuk perencanaan yang tepat serta pelibatan aktif generasi muda dalam melestarikan warisan tradisi.
  • Persatuan: Festival ini menjadi wadah kolaborasi lintas elemen untuk merawat kebanggaan terhadap kebudayaan Nusantara.

Usai menyampaikan pidatonya Pak. Wamendagri ini kemudian diminta untuk memukul / membunyikan gong sebagai tanda bahwa acara Brebes Culture Festival 2026 telah resmi dimulai.

"Dong.........." Bunyi gong yang dipukul oleh Pak Wamendagri malam itu pertanda bahwa Brebes Culture Festival secara reami dimulai.

Alhamdulillah, saya bisa dapet moment ini meskipun dari sudut yang tidak berhadapan lurus.

Ternyata ada Juri yang bakal menilai performa peserta karnaval...

Foto 6. Tim Dewan Juri Brebes Culture Festival 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Jujur, moment ini baru pertama kali saya lihat dan terlibat di dalam perburuan foto di dalam acara seperti ini.

Jadi saya datang tanpa mengetahui bahwa ada perlombaan peserta karnaval.

Kalau Kakak-kakak MC nggak ngasih tahu bahwa karnaval ini dilombakan, saya mungkin tahunya cuma seperti pentas seni kostum biasa. Adauh, kupernya saya....😁 (mringis malu)

Beberapa saat kemudian saya dengar Kakak-kakak MC memperkenalkan para juri yang akan menilai performa sesuai dengan kriteria yang dilombakan.

Mereka, para juri ini dikasih tempat duduk khusus dan ditempatkan di depan panggung kehormatan.

Akhirnya Mas DJ-nya pun tampil memeriahkan acara....

Foto 7. Mas DJ mulai beraksi memeriahkan Brebes Culture Festival 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Se-panggung dengan Kakak-kakak MC, Mas DJ yang diketahui dengan sebutan DJ Vickey Axelle punya muka yang sepintas mirip sama temen BECC saya, Zamroni. Wkwkwkwk...!

Tapi setelah melihat dengan lebih dekat, baru kelihatan bedanya. 

"Maaf mas DJ, saya kira situ temen saya. Mukanya mirip soalnya" Gumam saya.

Baru kali ini juga saya lihat DJ manggung. Saya jadi lebih ngerasa kudet lagi nih. Wkwkwkwk 😁😂

Iring-iringan karnaval pertama bikin saya pingin bilang ini...

Foto 8. Moge Patroli Polisi, YAMAHA XJ 900p. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Suka banget liat mogenya pak polisi.

Kalo nggak salah, 2 motor ini adalah Yamaha XJ900p yang dibuat khusus untuk kepolisian Indonesia. Sebenarnya Indonesia merupakan salah satu dari 40 negara yang menggunakan moge gaya sport touring ini untuk kendaraan pengawalan.

Designnya timeless, half fairing yang cakep. Knalpot 4 - 2 kiri-kanan. Side box kiri-kanan dan biasanya sudah ada top box-nya juga.

Ini mah kalau saya dikasih juga nggak bakalan nolak. Wkwkwkwk 😁

Motor ini juga bikin saya inget Inazuma 250. Motor 250cc buatan Suzuki yang punya konfigurasi Knalpot kiri-kanan juga. 

Foto 9. Melaju santai, Yamaha XJ900p kawal peserta pertama karnaval. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Usai si "obat ganteng" lewat, sebuah barisan pembawa bendera merah putih mulai terlihat bergerak mendekati Panggung Kehormatan.

Barisan terdepan memegang sebuah sepanduk yang bertuliskan:

BREBES CULTURE FESTIVAL
Pesona Nusantara Dalam Harmoni Budaya Brebes

Foto 10. Parade Bendera Merah Putih tanda dimulainya karnaval. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Dibalik gagahnya para pengibar bendera merah putih, ada keringat yang bercucuran di wajah mereka.

Mereka pemuda-pemudi Kab. Brebes yang luar biasa.

Bukan karena mereka tampil gagah dengan membawa bendera kebanggaan kita semua tapi karena mereka tetap tampil prima ditengah suasana yang panas. 

Wajah mereka yang penuh keringat, jelas nggak mungkin mereka usap seketika. Mereka benar-benar menguasai diri dan menaklukan situasi.

Foto 11. Potret Pengibar Bendera di Karnaval Brebes Culture Festival 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Usai barisan terakhir ada satu unit becak yang dihiasi bendera merah putih kecil-kecil di bagian sisi kanan kirinya. Saya kira Si Bapak yang nggenjot sepeda ini lagi kesasar ditengah kerumunan parade Bendera Merah Putih. Tapi setelah tau apa yang dia bawa justru bikin saya menyimpulkan ini:

Si Bapak ini sebenarnya bagian dari rombongan karena beliau bawa logistik. Yang paling mudah dilihat saat itu ada beberapa kerdus air mineral kemasan.

Tim Parade Bendera Merah Putih ini kemudian bergerak ke arah barat (alun-alun Brebes) membelah barisan penonton yang memadati jalan (foto 12).

Foto 12. Finish. Tim Parade Bendera Merah Putih menuju alun-alun. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Ada Atraksi dari Tim Damkar. Paling ngeri bawa ular. Geliiiii....!!!ik

Foto 13. Parade Karnaval dari Tim Damkar. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Seinget saya, Tim dari Damkar adalah peserta parade karnaval pertama di Brebes Culture Festival 2026.

Tim Damkar menampilkan banyak performa. Mulai dari parade Drum Band sampai bawa tabung gas 3kg yang langsung dinyalain tanpa regulator.

Jujur saya sedikit khawatir dengan atraksi tabung gas yang dinyalakan langsung, takutnya mbleber kemana-mana...

Untungnya ini aksinya Tim Damkar

Foto 14. Atraksi Personil Drumband di depan Panggung Kehormatan. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Jujur waktu ada personil drumband menyusun 3 drum besar sudah saya tebak bakalan ada atraksi ekstrim.

Dan ternyata dugaan saya benar. Ada salah satu personil drumband yang naik di susuna drum yang tadi ditumpuk.

Saya sebenernya ngeri lihat ini. Bahkan batin saya bilang:

"Semoga aksinya berjalan lancar."

Foto 15. Momen seorang pengunjung memgang ular didampingi Pak. Damkar. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Please, jangan berani-berani pegang binatang ini di alam liar ya Klepusher, bahaya banget.

Untungnya ular yang dipegang pengunjung adalah ular yang tidak memiliki racun atau bisa. 

Tapi, walaupun dia tidak memiliki racun atau bisa, kekuatan lilitannya bisa bikin tulang remuk.

Travel Storynya sampai sini dulu ya, saya mau ngopa-ngopi dan udad-udud sambil menyiapkan foto-foto terbaik saya saat menyaksikan event. Sampai ketemu di Part 3 yang lebih seru tentunya.

Posting Komentar

0 Komentar