Hunting Moment Brebes Culture Festival Pakai Sony A6400 + Viltrox 35mm F1.7

Kejutan Sabtu Pagi

Di Sabtu Pagi 29 Agustus 2026 saya alhamdulillah masih dipercaya oleh Shopeefood untuk mengantar beberapa orderan.

Matahari  kala itu mulai naik beberapa derajat setelah fajar berlalu.

Saat melintasi jalan di sekitar Polres Kabupaten Brebes, ada beberapa objek yang menarik perhatian saya hingga akhirnya saya menarik rem dan menghentikan laju "kuda hitamku".

Setelah menurunkan standar motor, saya coba menghampiri salah satu objek yang benar-benar bikin saya penasaran.

Ternyata, di pintu belakang bak truk debel itu ada tulisan “LANCENX.”

Nah, ini yang bikin saya penasaran: lanceng itu apa?

Untungnya kala itu saya bawa kamera Sony A6400 yang sudah saya pasangkan lensa Viltrox 35mm F1.7

Saya pun segera mengambilnya untuk memotret truk bak terbuka yang berisi seluruh properti Lanceng

Foto 1. Truk pengangkut properti Lancenk Tresna yang sedang parkir di depan Polres Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Ada satu quote di Bak Truk terbuka ini yang ternyata keberadaannya baru saya sadari beberapa detik sebelum diupload.

Di saat Aku susah
Kau Bantu
Jangan Sampai
Kamu Susah
Saya Tidak Tahu

Truk dengan kata-kata mutiara ini ternyata nggak sendirian di sini.

Masih ada beberapa truk lain yang membawa properti  serupa namun tidak semuanya sama. Bahkan, meskipun mereka datang dari wilayah sama tapi daerah mereka berbeda, Sampang dan Pamekasan, Madura, Tak iyeu....!

Jauh-jauh dari Sampang dan Pamekasan Madura untuk memeriahkan Brebes Culture Festival Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke 81

Mulai ngerti Apa itu Lanceng setelah melihat proses assemblingnya.

Foto 2. Proses asembling lancek biru. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Lanceng ini kalau menurut saya pribadi adalah sebuah kereta kencana dengan pernak-pernik sayap dan kepala yang menyerupai mahluk-mahluk mitologi, contohnya lanceng yang diberi kepala naga.

Kenapa saya bilang seperti itu?
Karena dari apa yang saya lihat di pagi itu semua Lanceng punya ciri-ciri yang hampir sama yaitu bersayap dan diwarnai pernak-pernik yang megah.

Penampakan lanceng di atas, bukanlah satu-satu-nya. Masih ada Lanceng lain di sekitar Jl. Gajah Mada atau di depan area Polres Kab. Brebes.

Foto 3. Lancek Coklat dengan kepala naga dan patung kuda. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Di sisi jalan yang lain, saya melihat lanceng madura yang sudah selesai dirakit.

Beberapa crew nampak sedang duduk lesehan dengan santai sambil menikmati suasana pagi dan beberapa hidangan yang ada di tengah-tengah mereka.

Mereka asik ngobrol dengan bahasa yang 100% saya tidak tahu. Wkwkwk.

Saya cuma bengong saja sambil senyum-senyum dikit.

Merasa tidak puas dengan melihat-lihat aneka rupa lancek, saya akhirnya menghampiri salah satu personel dan membuka perbincangan secara spontanitas. Bukan dengan bahasa madura, tapi dengan bahasa Indonesia.

Dalam obrolan saya dengan salah satu crew Lanceng sempat menanyakan ketinggian lanceng. Yang bikin saya tercengang justru salah satu crew balik nanya apakah ada kabel yang melintas sepanjang jalan Gajah Mada hingga perempatan Pasar Induk Brebes.

Dari pertanyaan salah satu crew ini saya langsung nangkep kekhawatiran yang membayangi beliau yaitu kabel yang melintang itu pasti akan menghambat laju Lanceng.

Rute dan halangan yang akan ditempuh oleh Lanceng di Brebes Culture Festival HUT RI ke 81 

Rute dan Halangan yang akan dilalui seluruh armada lanceng saat event Brebes Culture Festival HUT RI 81 29 Agustus 2026.
Foto 4. Rute dan Halangan yang akan dilalui seluruh armada lanceng saat event Brebes Culture Festival HUT RI 81 29 Agustus 2026.

Usai ambil foto suasana persiapan lanceng dan berdialog dengan salah satu crew, saya lanjut perjalanan dan memotret beberapa ruas jalan yang akan dilalui mereka (Foto 4).

Bener, arak-arakan lanceng akan menemui rintangan di rute ini, Jl. Gajah Mada Brebes (Jalur Pantura).

Sekedar i formasi. Festival kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya yang saat itu diselenggarakan di sekitar area Islamic Center.

Kali ini, rutenya mulai dari Polres - Perempatan Pasar Induk Brebes seperti yang saya tunjukkan pada foto kolase di atas (Foto 4).

Halangan dan rintangan rute bagi arak-arakan lanceng:

  • Pohon
  • Kabel yang melintang sepanjang jalur karnaval (Jl. Gajah Mada - Panggung Kehormatan di Perempatan Pasar Induk Brebes)
  • Tiang (Truss) dan Spotlight/Moving Head.

3 point itu adalah halangan dan rintangan yang jelas-jelas akan dihadapi saat jalannya pertunjukan.

Namun sebenarnya ada lagi yang kemungkinan besar akan menghambat laju mereka yaitu penonton yang tidak tertib.

Kalau sekedar truss, kabel, atau ranting-ranting pohon sih mungkin bisa disiasati dengan cara yang mudah. Terkadang yang jauh lebih sulit justru dari para penonton yang over antusias dan ingin sedekat mungkin menyaksikannya hingga tanpa mereka sadari justru mempersempit ruang gerak peserta karnaval.

Belum kebayang sih, gimana semrawud-nya nanti.

Penempatan panggung kehormatan yang sangat strategis, tapi...

Foto 5. Panggung Kehormatan di perempatan Pasar Induk Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Perhelatan Brebes Culture Festival dalam rangka perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 kali ini dilaksanakan di sepanjang Jalur Pantura mulai dari Polres Brebes hingga Perempatan Pasar Induk Kabupaten Brebes.

Berhubung kali ini mengambil jalan utama sebagai panggung panjang pertunjukkan karnaval maka rekayasa arus lalulintas pun dilakukan.

Pengalihan arus lalu lintas yang hendak melalui jantung kota selama Brebes Culture Festival berlangsung.

berdasarkan informasi yang beredar pengalihan arus lalu lintas dari arah timur ke barat diarahkan masuk ke tol pejagan khususnya kendaraan truk-truk besar sedangkan kendaraan kecil diarahkan ke Jalan Lingkar Utara mulai dari Limbangan Wetan.

Sedangkan dari arah barat ke timur juga demikian. Truk-truk besar yang hendak melintas jantung kota Brebes dialihkan ke Jalan Lingkar Utara dan Tol barat di Klampok.

"Semoga saja semua berjalan dengan lancar ya" Doa saya dalam hati sebelum meninggalkan panggung kehormatan yang belum 100% dirias.

Datang gasik (lebih awal) untuk memotret suasana jalan di sekitar Alun-alun hingga Panggung Kehormatan.

Foto 6. Suasana Jl. Pangeran Diponegoro dari Alun-alun hingga panggung perempatan Pasar Induk Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Saya mengira kalo saya datang paling awal di event ini, ternyata ada yang lebih gasik dari saya.

Tentu tak bisa dipungkiri para petugas adalah orang yang paling awal hadir di perhelatan ini. Kehadiran beliau-beliau yang lebih awal untuk mengamankan dan menertibkan lalu lintas orang dan transportasi.

Selain bapak-bapak petugas yang selalu sigap, ada pula para pedagang yang ternyata sudah melapak di pinggiran jalan. Mereka seakan tak ingin melewatkan moment ini untuk jualan dan pastinya mereka ngelapak di sini dengan penuh harap, mereka pulang dengan dompet yang terisi penuh dari hasil penjualan barang-barang yang mereka jajakan di sini.

Berikutnya adalah saya yang datang gasik (sebelum acara dimulai).

Ternyata saya tidak sendirian. ada juga pengunjung lain yang semakin berdatangan dari berbagai daerah untuk menyaksikan kemeriahan event Brebes Culture Festival HUT RI ke 81.

Oya, dari awal saya masih mempercayakan dokumentasi ini pada Sony A6400 + Viltrox 35mm F 1.7

Panggung Kehormatan yang simple elegan

Foto 7. Panggung Kehormatan. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Panggung Kehormatan yang tadi pagi belum berias sekarang sudah megah dan mewah namun simple dan elegan.

Panggung ini dipercantik dengan janur kuning yang menjuntai di bagian sisi kanan dan kiri. Yang menarik lagi, ada Telur asin jumbo dan beberap jenis sayuran hasil bumi dan tak ketinggalan pula bawang merah beberapa gedheng (istilah 1 ikat bawang merah kering. Mungkin tiap daerah memiliki nama yang berbeda meskipun masih se-brebes).

Perhatian saya kembali ke Panggung Kehormatan, Kehadiran tamu kehormatan yang barung datang beberapa gelintir orang membuat saya justru tertarik untuk mengabadikannya.

Bukan karena ada orang yang saya kenal disana tapi untuk dijadikan pengingat bahwa kursi yang sudah disiapkan ini sebenarnya sudah menunggu lebih lama dari saya. Eh, pas tamunya datang malah diduduki. Jadi ingat candaannya Cak Lontong.

beberapa tamu yang sudah duduk di kursi tamu undangan yang diposisikan di sebelah kiri dan kanan panggung utama. Sembari menunggu pagelaran dimulai, para tamu undangan ini nampak asyik mengobrol.

Sempet bertanya-tanya dalam hati, dimana tempatnya MC yang akan memandu acara Brebes Culture Festival ini?

Di depan Panggung kehormatan ada dua objek penting yang sangat mendukung acara ini.

  1. Panggung dengan latar belakang tulisan Brebes Culture Festival
  2. Sebuah pemutar video siaran langsung yang digunakan untuk nonton live. seluruh jalan acara.
Foto 8. Panggung untuk MC / DJ dan tenda control audio system. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Foto 8 adalah panggung untuk MC dan DJ dan tenda kerucut dengan atap berwarna putih adalah peralatan system audionya. 

Di depan panggung nampak ada 3 presenter kece yang mulai cuap-cuap. 2 Presenter cowok dan 1 presenter cewek.

Semeriah apapun acara Brebes Culture Festival ini nggak akan lengkap kalau tidak ada 3 presenter profesional ini.

Foto 9. Videotron yang menampilkan seluruh kegiatan karnaval yang di tempatkan di depan Pos Polisi. Foto dokumentasi Sparklepush.com
Foto 9. Videotron yang menampilkan seluruh kegiatan karnaval yang di tempatkan di depan Pos Polisi. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Di depan stage-nya para MC sebenarnya ada pos polisi yang ditutup Videotron segede gaban. Alat ini memudahkan para pengunjung festival yang nggak kebagian tempat paling depan.

Dari segi ukuran, saya memang nggak mengukurnya secara real tapi menurut perkiraan saya ukuran videotron ini sekitar 3 x 4 meter. Ukuran yang cukup lebar bagi pengunjung yang tidak kebagian tempat paling depan..

Foto 10. Suasana depan Panggung Kehormatan yang dihiasi lampu Moving head Spotlight. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Di depan Panggung kehormatan, ada Truss yang dihiasi moving head dan spotlight.

Lampu-lampu ini akan mendukung pencahayaan peserta yang akan menampilkan perform di depan Bupati dan para tamu kehormatan lainnya.

Sayangnya banyak pengunjung yang masuk ke track peserta karnaval, padahal seharusnya area ini clear.

Penasaran, siapa MC / Host acara Brebes Culture Festival 2026? Ini dia....!

Foto 11. Host tercantik malam ini adalah Kak. Muna (instagram.com/munaulii/). Foto dokumentasi Sparklepush.com

Pintar membawa acara penuh energik dengan dandanan yang elegan kecuali mahkotanya yang menurut saya jadi kasian ngeliatnya.

Dalam hati saya bilang:

"Itu pasti berat"

Beliau adalah Kak. Muna, si paling cantik di stage malam itu.

Foto 12. Kak Ikhwan (instagram.com/gikhwanan/), Kak Muna dan Kak Petra (instagram.com/mc.petraakbar/). Foto dokumentasi Sparklepush.com

Foto 12 inilah yang jadi alasan kenapa saya bilang Kak. Muna adalah MC tercantik. Karena beliau itu cewek sendiri. Wkwkwkw....

Kak Muna selalu berada di posisi paling tengah selama nge-MC.

Posisi ini jadi inget istilah jawa yang bunyinya "Sendhang Kapit Pancuran"

Yang ditunggu-tunggu oleh warga Brebes akhirnya datang juga....

Foto 13. Hadir, Ibu Paramitha, Bupati Kabupaten Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Tepat pukul 18:01 WIB, Ibu Mitha datang dan melangkah ke atas panggung kehormatan.

Kehadiran beliau ini menjadi magnet bagi para juru kamera, termasuk saya.

Saya jadi inget. Pertama kali foto Beliau waktu akhir sesi upacara kemerdekaan RI 80 di Alun-alun Brebes. Waktu itu Beliau mengenakan busana adat kalimantan. Dan waktu itu juga saya pakai lensa Tamron 70-300 A-Mount.

Sebenarnya, pada malam Brebes Culture Festival ini saya juga pingin pakai lensa tele ringan tapi karena bukaan terbesarnya di angka 4 bikin saya minder duluan.

Ukurannya juga terlalu besar, tentu bikin cepet capek.

Keuntungan terbesar yang saya rasakan jika saya pakai Tamron 70-300mm A-Mount adalah membingkai objek dari jarak jauh tanpa perlu mendekati objek yang akan difoto.

Beda dengan Lensa Fix Viltrox 35mm F1.7 yang saya pakai saat ini. Saya musti gejleg (mondar-mandir) mendekati objek.

Jujur, bikin kaki cepat capek, tapi hasilnya lebih banyak yang lebih memuaskan menurut saya yang masih baru memulai hobi fotografi.

Keramahan Ibu Bupati Menyambut Para Tamu Undangan...

Foto 14. Bupati Brebes, Paramitha mnyambut para tamu undangan di atas Panggung Kehormatan. Foto dokumentasi Sparklepush.com

Masih seperti dulu, Ibu. Paramitha terlihat ramah dan murah senyum. Bahkan kepada awak media dan teman-teman fotografer lainnya yang asyik hunting mengabadikan moment-moment berharga saat Brebes Culture Festival 2026 berlangsung.

Travel Storynya sampai sini dulu ya, saya mau ngopa-ngopi dan udad-udud sambil menyiapkan foto-foto terbaik saya saat menyaksikan event. Sampai ketemu di Part 2.


Posting Komentar

0 Komentar