Kita Mulai dokumentasinya lagi ya Klepusher.
Di postingan part 3 ini saya masih menampilkan hasil Hunting Foto Moment Brebes Culture Festival 2026 dimana selama proses pengambilan foto masih pakai Sony A6400 yang dikombinasikan dengan lensa Fix Viltrox 35 mm F1.7
Penonton "Brebes Culture Festival 2026" padat berdesakan seperti nonton konser
![]() |
| Foto 1. Penonton "Brebes Culture Festival 2026" di sebelah barat jalan, bersebelahan tepat di panggung DJ. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Nggak ada tribun, sebagian penonton ada yang duduk lesehan, ada juga yang berdiri, semua berdesakan hanya untuk menikmati pertunjukan karnaval yang digelar rutin tahunan.
Uniknya, para penonton ini seperti nggak ada habisnya bahkan hingga pukul 19.00 malam itu sepertinya masih banyak penonton yang berdatangan.
Senyum Bahagia Ditengah Situasi yang Sesak
Meskipun berdesakan, mereka tetap antusias bahkan ada beberapa penonton yang mengekspresikan kebahagian mereka saat tahu kamera saya tertuju padanya seperti 2 foto berikut ini yang menurut saya cukup mewakili perasaan riang gembira seluruh penonton.
![]() |
| Foto 2. Senyum dibalik pagar. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
![]() |
| Foto 3. Beberapa pengunjung yang tersenyum bahagia menyaksikan Brebes Culture Festival 2026. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Diantara sekian banyak penonton yang memadati trotoar jalan pantura, ada senyum kecil yang tersembunyi dibalik pagar pembatas.
Foto 3. justru dijepret pada kondisi yang berbeda yaitu para penonton Brebes Culture Festival 2026 sudah mulai bisa memasuki jalan/track peserta karnaval.
Saya jadi mbatin:
"Pengunjung yang nonton karnaval-nya diluar pagar saja sebahagia ini apa lagi mereka (penonton) yang berhasil menerobos pagar?"
Yup, Foto 2 dan Foto 3 ini memang dijepret pakai Sony A6400 + Viltrox 35mm F1.7 diwaktu yang brebeda namun masih di a-rea yang sama, di depan Panggung Kehormatan.
Terjebak dan Terlanjur Mager
![]() |
| Foto 4. |
Terlanjur.
Itulah yang saya lihat dari 2 kaki dan segelas es teh yang "pasang badan" diantara jeruji pagar pembatas bagian timur (dekat pos polisi).
Nyesek memang ketika kita berjuang menjadi yang terdepan namun justru terjebak dan nggak bisa gerak karena terdesak penonton lain dibelakang. Dan yang lebih nyesek lagi ada banyak orang yang bisa masuk bebas berkeliaran di area peserta karnaval padahal kita sudah berusaha mengikuti protokol yang ada.
Itulah yang saya rasakan saat memotret Foto 4 ini.
Si Gesit yang Menarik
![]() |
| Foto 5. Penari pengiring Kereta Kesenian Daul Madura. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Waktu pertama kali saya melihat Crew Lanceng/Daul nggak lihat ada crew perempuan. Dan pada saat itu nggak kebayang juga akan seperti ini (ada iringan penari saat lanceng/daul berjalan memperlihatkan pertunjukannya).
Ada 4 penari gesit dan lincah berlenggak lenggok mengikuti irama musik. Perform mereka membuat suasana arak-arakan semakin atraktif dan sangat menarik
Seakan tak ingin kehilangan moment indah ini, kamera Sony A6400 + Viltrox 35mm F1.7 yang selalu dalam genggaman pun langsung saya pakai untuk mengabadikannya.
Ooo, Ternyata Bapak Ikut Naik Daul, Pantesan dari awal nggak ada di Panggung Kehormatan
![]() |
| Foto 5. Bapak Wakil Bupatinya Naik kereta Daul. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Rasa penasaran saya akhirnya terjawab, orang nomor 2 di pucuk pimpinan Kabupaten Brebes alias Pak Wurja, Wakil Bupati, tenyata eh ternyata nebeng di Kereta Daul / Lanceng.
Saya sempat teriak-teriak menyapa beliau supaya melihat kamera saya. Sayang sungguh sayang, teriakan saya tak mampu menembus iringan musik dari kereta kesenian Daul.
Ya, nggak papa sih. yang penting saya masih bisa mengabadikan moment ini.
Di atas kereta Daul, Pak Wurja terlihat sumringah bahagia dan seringjali mengangkat tanganya dan melambaikannya ke arah warga Brebes.
Kesulitan yang sudah disiapkan solusinya
![]() |
| Foto 6. Seorang Krew Daul mengangkat galah. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Melihat moment bapak krew daul yang pegang galah panjang supaya pucuk ekor daul tidak mengenai kabel listrik seakan menjawab pertanyaan salah satu crew yang sempat saya bahas di part 1.
Hati saya:
"Ooh ternyata ini toh..." alasan kenapa salah satu crew nanya ke saya waktu pagi tadi.









0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏