![]() |
| Menemukan Fakta Baru Dari Pengalaman Menggunakan Alas Kandang Kayu untuk Kelinci. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Mungkin kalau nggak dicoba dulu, saya nggak bakalan menemukan fakta baru tentang keputusan saya membuat alas kandang kelinci dari bahan kayu.
Pada postingan saya sebelumnya di sini, saya memilih alas kandang yang terbuat dari kayu.
Alasannya memang menurut saya masuk akal.
Sekali lagi, ini masuk akal menurut pendapat saya pribadi ya.
Namun, setelah kelinci saya; Amber, Bela dan Atlas menghuni kandang barunya yang saya buat sendiri, saya menemukan fakta bahwa:
1. Alas kandang kayu yang saya buat memang awalnya bagus, tapi satu bulan kemudian ini yang terjadi
Sifat kayu yang lebih tahan terhadap zat-zat korosif seperti urine kelinci dan menjaga suhu lantai lebih stabil merupakan 2 hal utama yang menjadi dasar memilih bahan alas kandang kelinci.
Tapi pada kenyataannya muncul satu masalah baru yang tidak saya duga sebelumnya yaitu datangnya Shore hock pada kaki-kaki kelinci.
Untungnya tidak semua. Sejauh ini baru Bela yang terparah.
![]() |
| Foto 1. Shore Hock pada kaki kelinci akibat alas kandang. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Meskipun Bela yang terparah, bukan berarti saya tidak mengkhawatirkan kelinci-kelinci saya yang lain, Amber dan Atlas.
Oleh karena itu, saya memeriksa kaki-kaki 2 kelinci rex saya yang lainnya, Amber dan Atlas.
Dan sesegera mungkin mengganti/menambah alas kandang untuk mereka agar kaki-kaki mungil mereka tetap sehat dan indah.
2. Tidak semua kelinci memiliki ketahanan yang sama terhadap alas kandang yang terbuat dari kayu. (Masalah Shore Hock)
- Tekanan kronis
- Gesekan
- Infeksi
- Lingkungan
3. Alas kandang yang terbuat dari kayu rawan dikrikiti (perilaku pengerat)
Awalnya, saya mengira Kelinci—Rex, Dutch, Nederland Dwarf, ataupun ras yang lainnya sama dengan binatang pengerat. Namun setelah saya googling, saya menemukan fakta baru.
Kelinci nggak termasuk binatang pengerat meskipun mereka suka berperilaku mengerat/menggerogoti kayu yang jadi bahan kerangka kandang kelinci saya.
Perilaku kelinci berikutnya yang sama dengan binatang pengerat adalah suka menggali.
Kelinci suka menggali tanah untuk membuat sarang di bawah tanah dan melahirkan anak-anaknya di terowongan yang mereka gali. Berada di kandang dengan alas kayu tidak menghilangkan kebiasaannya menggali. Kelinci akan tetap menyalurkan "hasrat" menggali mereka dengan menggaruk-garuk alas kandang.
![]() |
| Foto 2. Alas kandang kayu digerogoti/digigit kelinci. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Akibat 2 perilaku ini cenderung memperpendek usia pakai alas kandang dan saya harus secepatnya mencari cara agar ketika mereka melahirkan tidak diganggu oleh penyusup—tikus kecil yang suka makan anakan kelinci yang baru lahir.
Kesimpulan dari pengalaman menggunakan alas kandang kayu untuk Kelinci Rex yang saya pelihara.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya saya yang waktu itu merasa/memperkirakan bahwa kandang kelinci dengan alas kayu itu lebih baik sekarang dihadapkan dengan pengalaman buruk yang menimpa kelinci-kelinci di sparklepush.com yaitu:
- Mengalami shore hock
- terjangkit scabies
- usia pemakaian yang relatif pendek karena perilaku menggerogoti





0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏