![]() |
| Ilustrasi Membuat Kandang Kelinci. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Banyak hal yang bisa kita pelajari dalam hidup termasuk saat kita memilih untuk melibatkan diri dalam aktifitas hobi baru, salah satunya memelihara kelinci.
Memutuskan untuk melibatkan diri dalam kehidupan mahluk lain seperti sebuah cerminan bagi diri saya pribadi. Yaitu, makna memberi kehidupan, tugas dan tanggung jawab baru mau-nggak-mau harus aku emban.
Karena saya akan memberi kehidupan kepada mahluk lain, maka saya harus mempersiapkan segala sesuatunya agar Kelinci yang akan saya pelihara nanti memiliki kehidupan dan tempat tinggal yang baik dan layak.
Inilah yang saya sebut dengan Pelajaran Hidup dari Hobi, ada panggilan tugas dan tanggung jawab bukan hanya mencari kesenangan atau keuntungan secara materil atau imateril.
Beberapa hal yang perlu saya lakukan untuk membuat Kelinci-kelinciku kelak berada pada tingkat kehidupan sehat, aman dan layak yaitu diawali dengan membuat Kandang kelinci yang memenuhi standar (versi saya):
- Punya bahan yang cukup kokoh
- Dinding kawat teralis yang kuat, tidak mudah koyak
- Memberikan keteduhan yang nyaman.
- Sanitasi yang baik.
4 hal di atas sudah saya pikirkan masak-masak agar kelak ketika mereka hadir dalam kehidupan baru di keluargaku, mereka tetap bisa nyaman.
Mari kita bahas satu demi satu.
๐Baca juga: Burung Kokok Beluk: Suara Malam yang Sering Disalahpahami
Punya bahan yang cukup kokoh untuk membangun kandang kelinci.
Ini seperti saya membuat rumah mini untuk saya sendiri. Jadi setiap detail harus benar-benar dipertimbangkan supaya rumah yang akan dihuni tidak menjadi masalah dikemudian hari.
Saya memilih bahan dari kayu yang lumayan berkualitas namun tetap disesuaikan dengan budget. Yaitu kayu dengan ukuran 3x2 inchi sepanjang 3 meter.
Belinya harus satu gulung (1 gulung = 6 pilar kayu). Jadi, mau-nggak-mau harus teliti dan jeli memilih gulungan yang terbaik. Karena jika salah pilih bisa dapat yang hanya pinggirannya doang, bukan kayu yang sempurna membalok.
Di tempat saya, kayu satu ikat (isi 6 batang) dikisaran harga Rp. 120.000.
Mungkin di tempat Klepusher beda, mungkin juga sama.
Apakah kayu ini adalah kayu dengan kualitas terbaik?
Menurut saya relatif, dan bicara kualitas, sudah saya singgung juga sebelumnya.
Selebihnya, saya hanya bisa berdoa agar kayu-kayu ini bisa bertahan lama dikencingi, di-poop-i dan kemungkinan besar juga digerogoti karena sejatinya Kelinci adalah binatang pengerat dan ada hubungan kerabat dengan tikus.
Disisi lain, kayu-kayu ini juga kelak menjadi saksi bisu kelangsungan hidup makhluk ciptaan Allah.
Dinding kandang kelinci terbuat dari kawat teralis yang kuat, tidak mudah koyak karena bisa saja diserang oleh entitas asing.
Kelinci merupakan binatang herbivora yang umumnya jadi mangsa karnivora predator seperti kucing, anjing, luwak, musang dan bisa juga dari burung seperti elang, alap-alap, burung hantu dan predator lainnya.
Memberikan kandang yang dapat melindungi Kelinci akan mengurangi resiko stress, hilang (dimangsa) ataupun kematian.
Jadi, pembuatan kandang harus bisa melindungi mereka.
Salah satu bahan yang menurut saya cukup mudah didapat dipasaran (jika ingin membuat kandang kelinci sendiri) yaitu menggunakan kawat kasir dengan tingkat kerapatan sekitar 1cm atau kurang dari itu.
Di pasaran ada 3 jenis kawat kasir:
- Kawat kasir yang dilapisi plasti warna hijau
- Kawat kasir yang berwarna silver seperti galvalum
- Kawat kasir yang berwarna chrome
Dari ketiga jenis kawat kasir itu, yang paling mudah didapat dipasaran adalah kawat kasir yang warna hijau.
Untuk kawat kasir yang galvalum dan chrome jarang sekali saya temukan, bahkan saya harus ke pusat kota seperti Kota Brebes dan Kota Tegal untuk mendapatkannya.
Lagian, Kawat kasir yang warna hijau itu biasanya harganya lebih murah dibanding yang Galvalum. Untuk informasi di Sekitar saya, Kawat kasir Galvalum jauh lebih mahal namun kawatnya tebal-tebal dan terkesan lebih kokoh dibanding kawat kasir hijau.
Kawat kasir warna hijau, Rp. 70.000 saja sudah dapat satu gulung sedangkan kawat kasir galvalum Rp. 100.000 baru dapet satu meter panjangnya. ๐
Meskipun pada keputusan akhirnya saya pakai kawat kasir yang lebih ekonomis.
Untuk pemula seperti saya yang bermodal pas-pasan, bahan terjangkau itu pertimbangannya pasti di budget dan esensi kandang. Jadi kalau mau lebih bagus lagi yang kelas pro, tinggal upgrade saja.
Terkadang, kita nggak perlu memaksakan sesuatu yang diluar kemampuan. Yang terpenting adalah memenuhi prinsip dasar yaitu hidup aman dan nyaman.
Alas kandang yang nyaman dapat mengurangi resiko penyakit.
Kelihatannya sih sepele ya. Cuma alas kandang.
Tapi, jika Klepusher salah pilih material dasar atau alas kandang bisa menyebabkan luka bahkan bisa menjadikan kaki kelinci infeksi.
Untungnya, saya sudah memilih alas kaki yang ideal untuk Kelinci-kelinci saya nantinya.
Alas kandang kelincinya saya buat dari kayu juga, namun dengan ukuran yang lebih kecil.
Kayu ini biasa dipakai dibagian atap bangunan dan dipakai untuk meletakkan genteng atap rumah.
Di toko bangunan sekitar saya, ada yang dijual ketengan alias satuan dan satu batang dihargai Rp. 3.000 sampai dengan Rp. 4.000 saja. Gimana, murah bukan?
Kenapa memilih kayu sebagai alas kandang Kelinci?
Sifat kayu yang lebih tahan terhadap zat-zat korosif seperti urine kelinci dan menjaga suhu lantai lebih stabil merupakan 2 hal utama yang menjadi dasar memilih bahan alas kandang kelinci.
Alas kayu bukan bahan yang sempurna, dia punya juga kelemahan dalam ketahanan yaitu tidak tahan terhadap gigitan kelinci yang kadang punya perilaku mengerat kayu.
Kelemahan ini bisa diakali (diatasi) dengan meletakkan potongan batang kayu di dalam kandang.
Tujuannya supaya mengalihkan Kelinci dari kegiatan mengerat kandang yang terbuat dari bahan kayu.
Refleksi hidup yang bisa saya ambil dari kebiasaan kelinci: Ketika emosi disalurkan dengan hal-hal positif maka tidak akan merusak hidup kita sendiri.
Gimana? Klepusher sepakat nggak dengan kata-kata saya itu?
Sanitasi yang baik mengurangi resiko gangguan kesehatan dan pertumbuhan kelinci.
Saat postingan ini saya publish, belum ada satu pun kelinci yang saya adopsi di kandang baru saya.
Saya masih fokus membangun kandang yang menurut saya ideal untuk proses breeding.
Diantara pentingnya memilih bahan membuat kandang kelinci ada satu hal yang sebaiknya jangan sampai terlewatkan, yaitu sanitasi kandang kelinci.
Saya tidak ingin kandang terlihat kumuh, kotoran kelinci berceceran dimana-mana bahkan urine kelinci sampai bikin kandang semakin lembap.
Oleh karena itu, saya membuat sebuah talang atau tatakan kandang yang akan menampung kotoran padat dan mengalirkan kotoran cair (air kencing kelinci).
Hal ini perlu saya lakukan supaya proses pembersihan kandang tidak ribet dan lagi tidak membuat kandang kelinci terlihat kumuh.
Kotoran yang menumpuk—padat ataupun cair hanya akan meningkatkan kelembapan dan kandang yang lembap akan sangat beresiko terhadap kesehatan kelinci nantinya.
Selain persiapan yang bersifat materi sebenarnya ada pula persiapan memelihara Kelinci secara imateri.
Pengetahuan dasar tentang memelihara kelinci ibarat bekal perjalanan hidup yang tak terlihat namun kuat di rasa dan dahsyat di dampak.
Saat postingan ini saya publish, kelinci-kelinci itu belum ada sama sekali namun kehadirannya sudah membawa perubahan kecil di Sparklepush.com sebagai topik baru yang bersebrangan namun satu jalan, hobi dan refleksi.
Disela-sela waktu, menimbang-nimbang jenis kelinci apa yang akan saya jadikan peliharaan alangkah baiknya saya manfaatkan waktu persiapan ini dengan mencari informasi dan referensi tentang memelihara kelinci sebanyak mungkin.
Hal ini penting sekali menurut saya. Alasannya agar saya siap secara imateri (mental).
Memelihara kelinci tidak saya samakan dengan kegiatan tanpa perencanaan seperti saat saya hunting menelusuri kehidupan dibalik tambak sekitar desa Pagejugan, Kabupaten Brebes yang saya posting dengan judul: No Plan! Just Sony A500 + 55-200mm Lens dan Kehidupan Dibalik Tambak Jalingkut Brebes.
Jika saya tidak siap mental dan tanpa pengetahuan maka saya rugi 3 hal, ruang, waktu dan sumber daya.


0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤๐
๐Terimakasih๐