| Foto 1. Londok Adalah Hewan Apa? Cerita, Ciri, dan Pengalaman Melihatnya Langsung. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Londok adalah hewan apa? Pertanyaan ini pertama kali muncul bukan dari buku, tapi dari obrolan ringan di teras rumah. Ada yang bilang londok itu bunglon, ada juga yang yakin itu cicak besar, juga ada yang bilang mirip iguana, bahkan ada yang menyebutnya kadal. Namanya sering terdengar di kampung, tapi wujud pastinya justru membuat banyak orang ragu.
Aku sendiri tumbuh dengan kata londok sebagai istilah yang akrab, tapi samar. Baru ketika suatu pagi aku benar-benar melihatnya dari jarak dekat, rasa penasaran itu akhirnya menemukan bentuk.
Foto 1 di atas yang jadi cover artikel ini, merupakan foto yang kesekian kalinya saya mengabadikan Londok Hijau yang sedang bertengger diantara dedaunan dan dia berkamuflase dengan baik meskipun pada akhirnya ketahuan oleh mata telanjang saya.
Tak ingin kehilangan moment ini, kamera DSLR pertama saya, Sony A500 pun saya ambil dan dengan apertur yang sedikit mengecil saya tekan shutter di angka 1/320s. Begini hasilnya setelah sudah diolah tipis-tipis untuk menemukan warna dan vibes yang sesuai menurut saya.
| Foto 2. Londok hijau bertengger diantara dedaunan yang ada di taman Botani, Tempat Wisata Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Londok Bukan Bunglon
Hal pertama yang perlu diluruskan: londok bukan bunglon. Meski sekilas mirip, keduanya berbeda.
Di beberapa daerah Jawa, kata londok digunakan untuk menyebut kadal kebun—reptil yang sering berjemur di pagar bambu, semak-semak, tembok tua, atau batang pohon. Tubuhnya lebih besar dari cicak, gerakannya gesit, dan tidak memiliki kemampuan berubah warna seperti bunglon yang lebih cepat dan lebih bervariasi.
Kebingungan ini wajar, karena penamaan hewan di daerah sering kali lebih berdasarkan kebiasaan, bukan klasifikasi ilmiah.
Bisa jadi, Londok ditempat Klepusher punya nama yang berbeda. Tulis di komentar ya, nama binatang reptil ini apa di daerah asal kamu.
| Foto 3. Londo Hijau. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Ciri-ciri Londok yang Paling Mudah Dikenali
Dari pengamatan sederhana dan cerita orang-orang sekitar, londok biasanya memiliki ciri berikut:
- Tubuh memanjang dan cukup besar dibanding cicak
- Kulit bersisik dengan warna cenderung cokelat, hijau kusam, atau keabu-abuan
- Ekor panjang yang bisa terputus saat terancam
- Sering terlihat di siang hari, terutama saat cuaca cerah
- Gerakannya cepat dan waspada
Londok tidak berbahaya. Ia justru membantu mengurangi serangga di sekitar rumah.
| Foto 4. Londok Coklat. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Pengalaman Melihat Londok dari Dekat
Sore itu, setelah hujan reda, aku melihat seekor londok diam di atas tumpukan kayu. Ia tidak bergerak, seolah menyatu dengan warna lingkungan. Baru saat aku mendekat sedikit, ia melesat cepat dan menghilang di balik semak.
Tidak ada rasa takut. Yang ada justru rasa kagum—bagaimana hewan yang sering disebut-sebut ini ternyata begitu pandai menjaga jarak dengan manusia.
Momen seperti ini yang membuatku sadar: kita sering hidup berdampingan dengan banyak makhluk, tapi jarang benar-benar mengenalnya.
Londok dalam Cerita Orang Kampung
Di kampung, londok sering dianggap hewan biasa. Tidak dimitoskan berlebihan, tidak pula ditakuti. Ia hanya bagian dari keseharian.
Kadang anak-anak mengejarnya, kadang orang dewasa mengusirnya pelan-pelan agar tidak masuk rumah. Tidak ada kebencian, hanya jarak yang dijaga.
Hubungan manusia dan londok terasa seperti kesepakatan tak tertulis: kita hidup berdampingan, asal tidak saling mengganggu.
Kenapa Banyak Orang Mencari Tentang Londok?
Dari data pencarian, kata londok ternyata sering dicari. Alasannya sederhana:
- Namanya lokal dan tidak umum di buku
- Bentuknya mirip beberapa hewan lain
- Orang ingin memastikan: ini hewan apa sebenarnya?
Artikel ini tidak bermaksud menjadi rujukan ilmiah. Aku hanya ingin menuliskan apa yang sering kita lihat, tapi jarang kita ceritakan.
Penutup: Mengenal yang Dekat, Bukan yang Jauh
Londok mengajarkan satu hal kecil: tidak semua hal menarik harus datang dari tempat jauh. Kadang, yang dekat dan sering kita abaikan justru menyimpan rasa ingin tahu paling jujur.
Jika suatu hari kamu melihat seekor londok diam di pagar atau berlari di halaman, mungkin kamu akan berhenti sejenak. Bukan untuk takut, tapi untuk mengenali.
Karena mengenal lingkungan sekitar adalah cara paling sederhana untuk kembali merasa berada di rumah.

0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏