![]() |
| Ilustrasi Suara Malam yang Sering Disalahpahami. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Banyak orang langsung merinding saat mendengarnya. Ada yang menutup pintu lebih rapat, ada yang spontan beristigfar, ada pula yang memilih diam sambil mendengarkan. Padahal, suara yang terdengar menyeramkan itu berasal dari seekor burung yang hidupnya justru sangat menjaga jarak dari manusia.
Apa Itu Burung Kokok Beluk?
Burung kokok beluk adalah sebutan lokal untuk jenis burung hantu besar yang aktif di malam hari. Di beberapa daerah, ia juga dikenal sebagai beluk. Tubuhnya cukup besar, dengan mata tajam yang beradaptasi dengan gelap. Suaranya berat, panjang, dan bergema—berbeda dari burung malam lain yang lebih pendek atau nyaring.Karena jarang terlihat dan lebih sering terdengar, burung ini kerap diselimuti cerita yang tidak-tidak.
Kenapa Suaranya Dianggap Menakutkan?
Ada beberapa alasan kenapa kokok beluk sering disalahpahami:- Suaranya muncul saat malam sunyi
- Nadanya dalam dan panjang
- Tidak sering terdengar, sehingga terasa asing
Pengalaman Mendengar Kokok Beluk
Aku pertama kali benar-benar menyadari suara ini saat listrik padam di kampung. Malam jadi lebih gelap dari biasanya. Tidak ada televisi, tidak ada suara mesin. Saat itulah kokok beluk terdengar jelas dari arah pepohonan.Tidak ada apa-apa yang terjadi setelahnya. Tidak ada kejadian aneh. Hanya malam yang kembali sunyi setelah suara itu menghilang.
Sejak saat itu, rasa takut berubah menjadi rasa ingin tahu.
Peran Burung Kokok Beluk di Alam
Terlepas dari kesan mistisnya, burung ini punya peran penting:- Mengendalikan populasi tikus dan hewan kecil
- Menjadi penanda ekosistem yang masih seimbang
- Jarang mengganggu manusia secara langsung
Belajar Berdamai dengan Suara Malam
Tidak semua suara malam harus ditakuti. Ada yang cukup didengarkan lalu dilepas. Kokok beluk mengajarkan kita untuk tidak buru-buru memberi makna pada hal yang belum kita pahami.Kadang, ketakutan muncul bukan karena bahaya, tapi karena jarak pengetahuan.
Penutup: Malam yang Tetap Malam
Burung kokok beluk akan tetap bersuara, entah kita takut atau tidak. Malam akan tetap malam, dengan segala bunyinya.Mungkin yang perlu kita lakukan bukan menutup telinga, tapi membuka sedikit ruang untuk memahami.
Karena di balik suara yang dianggap menyeramkan, sering kali hanya ada makhluk lain yang sedang hidup—seperti kita, dengan caranya sendiri.


0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏