Yuk Kenali Gejala Kanker Payudara untuk Penanganan Lebih Dini

Yuk Kenali Gejala Kanker Payudara untuk Penanganan Lebih Dini

Kasus Kematian Karena Kanker

Klepusher, selain karena faktor genetik, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat bisa menjadi pemicu seseorang terkena kanker. Misalnya kegemaran mengonsumsi makanan instan dan aneka penganan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.

Angka kematian disebabkan penyakit kanker kian hari terus bertambah. Menurut data terakhir dirilis World Health Organization (WHO), hingga penghujung 2018 ada 18 juta kasus baru kanker di seluruh dunia. Sekitar 65% kasus berasal dari negara berkembang.

Data WHO tadi senada dengan perkiraan para peneliti dari Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC). Terdapat dalam A Cancer Journal For Clinicians yang terbit 12 Desember 2018 kemarin.

Para peneliti dari IARC memprediksi akan ada 18,1 juta kasus baru diagnosis kanker dan 9,6 juta kematian yang disebabkan kanker. Jumlah tersebut diperoleh merujuk pada data kasus kanker di 185 negara.

Kanker berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi pada wanita, setelah penyakit jantung. Perbandingan pasien wanita yang meninggal karena kanker adalah 1 dari 11 wanita. Diperkirakan 2,1 juta kasus kematian disebabkan kanker payudara.

Lalu bagaimana dengan Kasus Kanker di Indonesia?

Dari rangkuman data Pusat Patologi Indonesia diketahui bahwa jumlah terbesar penderita kanker adalah wanita. Kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita pasien kanker di Indonesia.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2013, diketahui bahwa kasus kanker payudara ialah 50 kasus dari tiap 100.000 penduduk. Sedangkan dewasa ini, dari setiap 1000 orang setidaknya ada 1 penderita kanker baru. Mengerikan ya, Klepusher?

Kanker Payudara

Terserang kanker payudara menjadi hal yang sangat menakutkan bagi para wanita di seluruh dunia. Terlebih lagi bagi mereka yang memang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga.


Kanker jenis ini dapat bermula dari mekanisme pertumbuhan sel yang tidak normal pada organ payudara. Sel tersebut membelah diri lebih cepat kemudian menumpuk dan membentuk benjolan. Jika tidak secepatnya ditangani maka akan menyebar ke bagian tubuh lain melalui kelenjar getah bening.


Di negara berkembang, mayoritas penderita kanker payudara yang datang untuk berobat sudah sampai pada stadium yang tidak dapat disembuhkan. Dalam banyak kasus adalah karena terlambat menyadari gejala-gejalanya, atau memang karena pengetahuan yang kurang mengenai kanker payudara.

Dengan mengetahui lebih awal dan memeriksakannya sesegera mungkin, diharapkan dapat menekan angka kematian karena kanker payudara.

Klepusher, simak yuk ulasan berikut agar gejala kanker payudara dapat terdeteksi sedini mungkin.

Gejala Kanker Payudara

Klepusher, beberapa cara sederhana berikut dapat dilakukan sendiri untuk memeriksa apakah ada gejala kanker pada payudara kita.

Bungkukkan badan selama 30-35 detik di depan cermin. Perhatikan payudaramu, periksa adakah sesuatu yang tidak biasa atau terasa sakit. Gejala yang paling banyak diketahui masyarakat awam adalah munculnya benjolan di sekitar payudara atau ketiak.

Jika terjadi perubahan warna kulit pada payudara, terlihat kemerahan, pori-porinya membesar seperti kulit jeruk, perlu diwaspadai sebagai gejala kanker payudara.

Gejala lain yang biasa tampak ialah puting seperti tertarik ke dalam (retraksi) dan terjadi ruam atau pengelupasan pada area puting. Pada beberapa kasus ada juga yang mengeluarkan darah.

Bicara mengenai gejala, terkadang untuk kasus kanker payudara gejalanya tidak tampak secara fisik. Cara lain ialah dengan mengangkat tangan tegak lurus ke atas selama 1-2 menit. Jika selama mengangkat tangan terasa sakit di bagian payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter.

Raba bawah ketiak, apakah terasa sakit atau ada pembengkakan. Umumnya pasien kanker payudara merasa sakit di area bawah ketiak.

Itu tadi beberapa gejala kanker payudara dan cara mendeteksinya secara mandiri. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri ini setiap bulan, beberapa hari setelah selesai menstruasi. Lebih awal kita menyadari gejalanya maka akan lebih cepat tertangani.

Penanganan Kanker Payudara

Klepusher, tidak selalu keluhan sakit pada payudara kemudian berakhir dengan vonis positif terkena kanker payudara. Penentuannya hanya dapat diperoleh setelah melewati serangkaian pemeriksaan intensif, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang.


Jika mendapati atau merasakan beberapa gejala kanker payudara, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter, jangan menunda sampai keadaan memburuk.


Pada pemeriksaan pertama, payudara juga kelenjar limfe di area ketiak akan diperiksa, untuk mengetahui adanya abnormalitas di bagian tersebut. Selanjutnya, pemeriksaan yang biasa dilakukan ialah mamogram dan ultrasonografi (USG). Melalui USG dapat diketahui apakah benjolan yang terdapat pada payudara berupa massa padat ataukah kista yang isinya cairan.

Masing-masing pasien kanker payudara penanganannya bisa saja tidak sama. Tergantung jenis, stadium, dan ukuran massa kankernya. Selain itu dipertimbangkan pula sensitivitas sel kanker terhadap hormon, serta keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Jadi Klepusher, kenali gejala kanker payudarauntuk penanganan lebih dini. Biasakan memeriksa kesehatan payudara setiap bulan. Mencegah serangan kanker payudara dengan menerapkan gaya hidup sehat mulai dari sekarang adalah yang terbaik.

Sedapat mungkin lakukan olahraga secara rutin, makan dengan asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dankelola stres dengan baik.

Tindakan pencegahan lain adalah melakukan screening. Di Australia, warganya melakukan upaya penunjang deteksi dini ini ketika berusia kurang dari 40 tahun. Pada usia itu wanita memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara, masa transisi menuju menopause atau sudah di fase menopause.

Di Indonesia, belum ada sistem yang mendukung pemberlakuan wajib screening bagi warga yang menuju usia 40 tahun dan di atasnya.

Posting Komentar

0 Komentar