Ada kalanya perjalanan dengan sepeda motor bukan cuma soal menentukan rute, memilih tempat yang ingin dikunjungi, atau memikirkan berapa jauh jarak yang harus ditempuh.
Ada satu hal lain yang kadang bikin pusing sebelum berangkat: memilih barang apa saja yang harus ikut dan mana yang terpaksa ditinggalkan.
Saya pernah mengalami hal seperti ini ketika melakukan solo touring ke Borobudur.
Waktu itu beberapa perlengkapan ikut saya bawa. Laptop termasuk salah satunya karena masih ada beberapa hal yang perlu saya kerjakan. Kamera tentu saja tidak boleh ketinggalan. Namanya juga perjalanan, rasanya ada yang kurang kalau tidak membawa kamera untuk mengabadikan momen yang saya temui di jalan.
Tetapi semakin banyak barang yang ingin dibawa, semakin terasa juga keterbatasan ruang di sepeda motor.
Ada beberapa barang yang akhirnya harus dipikirkan ulang. Mana yang benar-benar dibutuhkan? Mana yang masih bisa ditinggalkan?
Dan salah satu barang yang sampai sekarang masih saya sayangkan karena tidak ikut berangkat adalah tripod.
Tripod yang Terpaksa Tinggal
| Tripod Kamera yang terpaksa harus ditinggal. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Bagi orang yang tidak terlalu memperhatikan fotografi, mungkin tripod terlihat seperti barang tambahan yang bisa saja ditinggalkan.
Toh, kamera masih bisa digunakan tanpa tripod.
Tetapi bagi saya, tripod kadang punya fungsi yang cukup penting. Apalagi ketika melakukan perjalanan sendirian.
Ada beberapa momen yang sebenarnya ingin saya abadikan dengan posisi kamera yang lebih leluasa. Foto diri sendiri, foto dengan komposisi tertentu, atau sekadar mengambil gambar ketika kondisi cahaya membutuhkan kamera tetap stabil.
Masalahnya, membawa tripod ketika touring dengan sepeda motor tidak selalu sesederhana memasukkannya ke dalam tas.
Ukurannya cukup panjang dan bentuknya juga tidak bisa dilipat menjadi sekecil charger atau pakaian.
Akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa tripod tersebut tidak ikut berangkat ke Borobudur.
Dari situ saya kemudian kepikiran satu hal. Bagaimana kalau barang yang harus dibawa bukan cuma tripod, tetapi jumlahnya jauh lebih banyak atau ukurannya jauh lebih besar?
Ketika Barang Bawaan Mulai Menjadi Masalah
![]() |
| Memilih barang bawaan saat touring. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor memang memberikan kebebasan tersendiri.
Kita bisa berhenti ketika melihat sesuatu yang menarik, memilih jalan yang ingin dilewati, atau mengubah rencana perjalanan tanpa terlalu banyak bergantung pada jadwal kendaraan umum.
Tetapi kebebasan itu juga datang bersama keterbatasan.
Ruang penyimpanan di motor tentu tidak sebesar bagasi mobil. Apalagi kalau perjalanan dilakukan sendirian dan kita membawa perlengkapan fotografi.
Kamera, lensa, baterai, charger, pakaian, perlengkapan pribadi, hingga laptop bisa membuat barang bawaan bertambah dengan cepat.
Dalam perjalanan pribadi, mungkin masalahnya hanya soal kamera, tripod, pakaian, atau laptop. Tetapi dalam situasi lain, barang yang harus dipindahkan bisa jauh lebih banyak dan lebih berat.
Misalnya ketika seseorang harus mengirim perlengkapan usaha, barang pindahan, kendaraan, atau kebutuhan lainnya ke kota yang berbeda.
Pada kondisi seperti itu, membawa semuanya sendiri tentu belum tentu menjadi pilihan yang paling praktis.
Tidak Semua Barang Harus Ikut Menempuh Perjalanan
![]() |
| Tidak semua barang harus dibawa. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Setelah dipikir-pikir, membawa semua barang bersama perjalanan bukan selalu pilihan yang paling nyaman.
Ada barang yang memang harus berada bersama kita karena dibutuhkan selama perjalanan. Tetapi ada juga barang yang sebenarnya baru akan digunakan ketika sudah sampai di tujuan.
Untuk barang seperti ini, mengirimkannya terlebih dahulu bisa menjadi salah satu pilihan.
Tentu saja cara tersebut tidak berlaku untuk semua kondisi. Barang yang ringan dan mudah dibawa tentu lebih praktis dimasukkan ke dalam kendaraan.
Tetapi ketika ukuran, berat, atau jumlah barang mulai membuat perjalanan menjadi kurang nyaman, menggunakan jasa pengiriman bisa menjadi pertimbangan.
Menurut saya, prinsip sederhananya adalah jangan sampai barang bawaan justru membuat perjalanan yang seharusnya menyenangkan menjadi merepotkan.
Memilih Layanan Pengiriman Barang
Kalau akhirnya memutuskan untuk mengirim barang, tentu tidak bisa asal memilih layanan pengiriman.
Ada beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Jarak dan tujuan pengiriman
Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu tujuan barang.
Apakah hanya dikirim antarkota, antarprovinsi, atau bahkan antarpulau?
Semakin jauh tujuan pengiriman, semakin penting memastikan layanan yang dipilih memang mempunyai jangkauan ke lokasi tersebut.
Jenis dan ukuran barang
Barang yang dikirim juga perlu diperhatikan.
Mengirim beberapa barang pribadi tentu berbeda kebutuhannya dengan mengirim barang berukuran besar, perlengkapan usaha, kendaraan, atau barang dalam jumlah banyak.
Ukuran dan berat barang juga sebaiknya sudah diketahui sejak awal supaya kita bisa memperkirakan layanan yang sesuai.
Waktu pengiriman
Waktu juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting.
Jangan sampai barang baru tiba ketika kita sudah selesai melakukan perjalanan atau bahkan sudah meninggalkan tempat tujuan.
Kalau barang tersebut memang dibutuhkan pada waktu tertentu, sebaiknya memperkirakan waktu pengiriman sejak awal.
Pilihan jalur pengiriman
Pilihan jalur pengiriman juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk tujuan tertentu mungkin pengiriman melalui jalur darat sudah cukup. Sementara untuk tujuan yang lebih jauh atau membutuhkan waktu lebih singkat, pilihan jalur lain bisa dipertimbangkan.
Semuanya kembali kepada jenis barang, tujuan, waktu yang tersedia, dan kebutuhan masing-masing.
Memilih Rekan Ekspedisi untuk Kebutuhan Pengiriman
Kalau suatu saat saya harus mengirim barang dalam jumlah lebih banyak atau ke tujuan yang cukup jauh, saya tentu akan mempertimbangkan perusahaan yang memiliki cakupan pengiriman luas.
Memiliki rekan ekspedisi ke seluruh Indonesia tentu bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika kebutuhan pengiriman tidak lagi cukup ditangani dengan membawa barang sendiri.
Bagi saya, yang terpenting bukan sekadar barang bisa berangkat dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memastikan layanan yang dipilih sesuai dengan jenis barang dan tujuan pengirimannya.
Apalagi kalau barang yang dikirim bukan lagi barang kecil untuk kebutuhan pribadi, melainkan barang dalam jumlah banyak atau memiliki ukuran yang cukup besar.
Tidak Semua Barang Harus Menempuh Perjalanan yang Sama
![]() |
| Pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang bagaimana kita sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana membawa segala sesuatu yang perlu tiba di sana. Foto dokumentasi Sparklepush. |
Kalau mengingat kembali perjalanan solo ke Borobudur waktu itu, sebenarnya saya baik-baik saja tanpa tripod.
Perjalanan tetap berlangsung.
Kamera tetap saya bawa. Saya masih bisa menikmati perjalanan dan mengabadikan beberapa momen yang saya temui.
Tetapi pengalaman kecil itu tetap memberi saya satu pelajaran.
Tidak semua barang harus menempuh perjalanan yang sama dengan kita.
Ada barang yang memang lebih baik dibawa sendiri. Ada juga barang yang mungkin lebih praktis dikirim terlebih dahulu.
Dan kalau suatu hari nanti saya kembali melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor, mungkin saya akan lebih bijak menentukan barang bawaan.
Siapa tahu, kali ini tripod tidak perlu lagi tinggal sendirian di rumah. ๐





0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤๐
๐Terimakasih๐