Ada banyak sesi foto yang tak ingin saya lewatkan saat 17 Agustus di Alun-alun Brebes yang menjadi moment hunting tak terduga dan sekaligus mengasah kemampuan street photography berbekal Sony A6400 + Tamron 70-300mm A-Mount.
Tamron 70-300mm A-Mount emang bisa diajak foto group?
Hunting moment 17 Agustus di alun-alun Brebes masih berlanjut dan saya masih pakai kamera sony A6400 yang dikombinasikan dengan lensa Tamron 70-300mm (A-Mount)
Berikutnya saya mengabadikan para prajurit yang berbaris di depan tiang bendera utama Alun-alun Brebes. Mereka berkumpul untuk sesi pemotretan.
Mereka terlihat sangat antusias dan semangat melantunkan yel-yel mereka. Gestur mereka kompak khas tentara yang menunjukan disiplin tinggi dan integritas yang kokoh.
Saya memotret dari jarak jauh dan memanfaatkan sedikit Zoom kemudian mengambil momen gemilang dan hasilnya bisa Klepusher lihat pada foto di bawah.
![]() |
| Foto 1. Sesi Foto TNI pada HUT RI 80 di Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Ternyata, Tamron 70-300mm A-Mount masih lumayan bisa diandalkan untuk melakukan foto group, meskipun saya harus mengambil jarak yang agak jauh untuk memaksimalkan lebar bidangnya.
Sebenarnya, saya agak harap-harap cemas saat memutar lensa untuk mendapatkan fokus yang tepat dan sesuai ekspektasi. Untungnya setelah saya cek ulang di Laptop, fokus objek lumayan tertangkap dengan baik.
Maklmum, saya cuma seorang penghobi fotografi dan lagi masih pemula. Rasanya kalau disebut fotografer itu label yang berat buat saya.
Mencoba sedikit Close Up namun tetap foto grup.
Salah satu alasan saya masih sering pakai lensa Tamron 70-300mm A-Mount adalah lensa zoom yang cukup ringan di tas. Dan jika dipasangkan dengan Sony A6400 tangan saya nggak begitu membawa beban berat dan tangan tidak mudah capek.
Ini saya rasakan saat saya harus berpindah dari satu titik ke titik lain seperti saat saya harus berpindah tempat dari depan panggung musik Orchestra — saat saya memotret prajurit TNI dari jarak jauh — ke area tiang bendera utama di Alun-alun Brebes untuk mencoba lagi pengambilan foto close up.
Disini saya mencoba sedikit mempersempit bingkai fotonya dimana saya bertujuan mengurangi jumlah objek dalam foto dan objek-objek itu adalah Ibu Bupati Paramitha dan suami, seorang wanita dengan kebaya merah, dan seorang petinggi polisi yang sepertinya beliau adalah Bapak AKBP Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P. (Mohon koreksinya jika saya salah).
![]() |
| Foto 2. Ibu. Bupati Paramitha bersama suami dan orang-orang penting lainnya foto bersama prajurit TNI. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Foto di atas sebenarnya masih pakai zoom dikit-dikit, makanya bisa membingkai ibu Bupati beserta pasangan.
Ketika saya ubah focal length-nya ke 70 menghasilkan cakupan sudut pandang yang cukup lebar, sekitar 34⁰.
Memang lensa Tamron 70-300mm A-Mount tak se-lebar lensa kit (16-50mm) yang memiliki sudut pandang diagonal sekitar 83° pada posisi 16 mm (wide) dan menyempit menjadi 31° hingga 32° pada posisi 50 mm (telephoto pendek).
Foto di bawah ini adalah hasil pemakaian pada panjang fokus 70mm.
![]() |
| Foto 3. Bupati dan Wakil Bupati beserta pasangannya dan orang penting lainnya foto bersama para prajurit. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Untuk mengambil foto banyak objek di focal lenght 70mm maka saya harus mengambil jarak yang proper agar bisa mengambil lebih banyak, sesuai yang saya inginkan.
Dapat close up foto yang perfect tapi tetap harap-harap cemas
Moment Bapak Ahmad Saeful Ansori berdiri sambil pegang vape - focus yang sempurna
![]() |
| Foto 4. Bapak Ahmad Saeful Ansori berbusana adat sambil memegang vape di tangan kananya. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Untungnya, warna-warna pada foto 4 tidak ada yang terlalu mencolok dan cenderung lebih harmoni, jadi saya tidak menemukan Chromatic Aberration yang mengganggu.
Horror Chromatic Aberration seperti ngimpi ketemu mantan
Saat lagi seneng-senengnya dapet foto Pak Ahmad Saeful Ansori dengan kualitas yang ciamik, saya harus menerima sedikit kecewa saat hasil hanting foto saya berikutnya mendapatkan mimpi buruk Chromatic Aberration.
Meskipun tidak benar-benar mengganggu seperti mimpi ketemu mantan. Tapi saat Ibu Bupati berfoto bareng dua prajurit, Chromatic Aberration tipis-tipis mulai terdeteksi. Alasanya, latar belakang cewek-cewek Paskibraka yang pakai seragam serba putih dan Ibu (Bupati Brebes) saat itu mengenakan baju adat hitam.
![]() |
| Foto 5. Chromatic Aberration Lensa Tamron 70-300mm A-Mount. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Chromatic Aberration ini terdeteksi ketika hasil jepretan diperbesar maksimal.
Pada kolase Foto 5 di atas, saya menunjukkan adanya CA (Chromatic Aberration) yang terdeteksi di pertemuan antara tepian bahu Ibu Mitha dan background baju putih pasukan Paskibraka.
Untungnya, saat file dalam keadaan zoom normal atau tidak dizoom sama sekali, CA ini hampir tidak terlihat.
cacat optik pada lensa Tamron 70-300mm gagal memfokuskan semua panjang gelombang warna ke titik yang sama. Ini menyebabkan munculnya garis tepi warna yang tidak saya inginkan (seperti ungu, hijau, atau merah) di sekitar bahu, karena pada area ini kontras terlalu tinggi.
Ternyata bisa se-estetik ini pakai Tamron 70-300mm A-Mount (aesthetic accident).
Menurut pandangan seorang pemula seperti saya, foto bokeh tidak dihasilkan oleh lensa 70-300mm yang memiliki apperture terbesar di angka 4.0.
Namun sebuah moment yang benar-benar tidak direncanakan, saya menangkap foto se-estetik ini dengan kamera sony A6400 + Tamron 70-300mm F4 (A-Mount)
![]() |
| Foto 6. ketidaksengajaan yang estetik foto Ibu Bupati Brebes (Paramitha Widya Kusuma). Foto dokumentasi Sparklepush.com |
![]() |
| Foto 7. Ketidak Sengajaan yang estetik foto Bupati, Wakil Bupati dan orang penting lainya dengan background anggot Paskibraka. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Foto 6 dan Foto 7 adalah hasil hunting foto moment estetik saat perayaan 17 Agustus, HUT RI 80 di Alun-alun Brebes.
Mengapa saya sebut dengan moment estetik?
Karena pada Foto 6 menurut saya, gayanya pas, background dan foreground cukup bokeh sehingga menonjolkan objek yang saya potret yaitu Ibu Bupati.
Sedangkan pada Foto 7, menurut saya momentnya pas. dan foreground yang bokeh juga menonjolkan objek.
Ada pesan tersirat — yang tanpa disadari — tersampaikan pada Foto 6 yaitu seorang Bupati yang ramah, murah senyum, supel.
Sedangkan pada Foto 7 terdapat pesan yang tersirat yaitu kekompakan, integritas dan semangat kebersamaan.
Kesalahan memotret: Objek yang tidak diinginkan
Terkadang ada hal yang tidak direncanakan namun justru mendapatkan hal yang lebih baik.
Tapi terkadang ada pula kejadian yang tidak disadari pada saat memotret.
Dalam dunia fotografi disebut Photobomb yaitu kejadian ketika seseorang atau sesuatu tiba-tiba muncul di foto orang lain secara tidak sengaja atau sengaja, biasanya di belakang kamera, sehingga hasil fotonya jadi lucu, aneh, atau mengganggu perhatian.
![]() |
| Foto 8. Si asik selfie vs wefie. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Disaat yang lain pada asik foto wefie, ada mas-mas yang berdiri di belakang rombongan dan asik selfie.
Serius, saya nggak nyadar kalau ada yang begit saat mengambil sesi foto grup penari bersama Ibu Bupati dan Paksunya serta wakil Bupati Brebes.
Gimana nih Klepusher? Apakah masnya perlu dikasih penghargaan?
Tantangan terberat memotret pakai Tamron 70-300mm A-Mount + Sony A6400
Saya memang mulai meninggalkan kamera lama — Sony A500 DSLR — sejak awal Juni 2024 lalu. Sekarang, kamera "raksasa" itu saya museum-kan.
Tapi, sayang juga punya lensa A-Mount nggak kepake karena beda jenis dudukan lensa pada Sony A6400 yang pakai jenis E-Mount.
Saya coba googling dengan pertanyaan "Apakah lensa A-Mount dapat berfungsi di body E-mount?"
Jawabannya bisa, bahkan dari pihak Sony sendiri menyatakan bahwa Auto Focus tetap bisa dipakai dengan bantuan sebuah alat yaitu LA-EA Lens Adapter. Sayangnya, harga hampir menyamai Tamron 70-300mm E-mount.
![]() |
| Foto 9. Penyerahan hadiah sepedaHUT RI 80 dari Bupati di Alun-alun Brebes. Foto dokumentasi Sparklepush.com |
Di harga 5jutaan, Adaptor LA-EA Sony terasa nggak masuk akal jadi saya memilih ambil jalan pintas yang lebih efektif dan juga efisien meskipun agak beresiko yaitu membeli adaptor manual untuk lensa A-Mount Sony ke Body E-Mount Sony.
Resikonya adalah saya kehilangan banyak momen karena waktu terbuang untuk mengatur fokus dan apertur dan lebih parahnya lagi, saya masih pemula, otodidak pula.
Nah, kalau resiko-resiko lainya bisa Klepusher tambahkan di kolom komentar.
Untungnya, tidak semua momen di HUT RI 80 terlewatkan dan salah satu hasilnya bisa Klepusher lihat Foto 9 dan foto-foto lainnya di postingan ini dan sebelumnya.
Sementara Story-nya sampai sini dulu ya. Saya mau ngopa-ngopi dan udad-udud dulu.











0 Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang komunikatif, sopan, berbobot, dan tentunya yang relevan.
Jika kedapetan mengandung unsur p#rn#, ujaran kebencian, Sara, politik, link aktif, hoax maka akan dihapus.
✌❤😁
🙏Terimakasih🙏