Saya mulai tidak puas dengan layar 15.6 HP 255 G8 dan mulai kasak-kusuk cari monitor external, ini daftar rekomendasinya, AMD Freesynce jadi fitur yang saya utamakan

Ada kalanya kita merasa sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan, bahkan merasa cukup puas dengan pilihan tersebut. Namun, waktu sering kali mengubah cara kita memandang sesuatu. Apa yang dahulu terasa memadai, perlahan bisa memunculkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Begitu pula dengan laptop HP 255 G8 yang saya pilih karena memiliki keyboard lengkap dan layar 15,6 inci.

Ketidak-nyamanan layar 15.6 HP 255 G8 terasa saat....

Saat blogging, browsing sambil edit foto/video saya bisa membuka lebih dari 5 aplikasi secara bersamaan. Browser, aplikasi foto viewer, file explorer hingga aplikasi edit foto ringan photoscape dan capcut bisa saya jalankan secara bersamaan pada situasi tertentu.

Hal inilah (membuka berbagai software/aplikasi secara beraamaan) yang memicu kapasitas layar 15.6 inch pada laptop HP 255 G8 terasa kurang atau terlalu sempit

Muncullah ide "pepesan kosong", gimana kalau layarnya diperlebar?

Sayangnya layar laptop itu nggak bisa diganti atau upgrade ke ukuran yang lebih lebar dan jawaban terlogis adalah menambahkan satu monitor lagi.

Oleh karena itu, saya pun mulai kasak-kusuk menggali informasi sedetail mungkin terkait layar monitor eksternal yang akan saya jadikan alat pendukung ngonten dan mungkin sesekali ngegame.

Kriteria layar monitor eksternal yang paling basic/standar, a.k.a versi paling terjangkau.

Sambil duduk termangu menatap layar laptop HP 255 G8 yang pake panel IPS Anti glare tapi kok rasanya kaya didepan layar TFT, saya mulai ngarahin kursor ke kolom pencarian browser dan mulai nyari Monitor Eksternal Laptop yang paling basic.

Dan inilah pilihannya:

Samsung Essential S24D300 menawarkan panel IPS Full HD dengan refresh rate 100Hz dan fitur Eye Saver Mode untuk kenyamanan mata saat bekerja seharian.

Samsung Essential S24D300. Foto samsung.com

Koneksi HDMI-nya cocok untuk laptop HP 255 G8 yang masih pakai HDMI 1.4b

Katanya sih ukuran layarnya beneran di angka 24 inch, nggak seperti laptop saya yang nanggung — dibilang 15 inch tapi ada angka xx.6-nya dan kalau mau dibilang 16 inch tapi kok cuma 15.6. nanggung sana - sini kan.

Kelebihan yang kita dapati jika memutuskan beli Monitor Samsung Essential S24D300

  1. Harganya terjangkau dikisaran Rp. 1.1-1.3 juta aja.
  2. Refresh ratenya sudah dikasih 100Hz, jelas lebih baik dari pada 65Hz atau 75Hz. Katanya makin tinggi makin bagus buat game sih.
  3. Panel IPS yang menurut saya nggak perlu diragukan jika dari Brand Samsung.
  4. Waktu Respons 5ms (GtG) cukup responsif untuk game-game ringan tapi saya bukan gamer sih jadi buat saya pribadi ini nggak terlalu saya pertimbangkan
  5. sudah dikasih pelindung mata. Jadi bisa betah berlama-lama saat harus research.
  6. Desaign (relatif) simple, terlihat lebih fungsional dibanding monitor-monitor gamer yang rame
Yang kerasa kurang dari monitor ini adalah:
  1. Nggak ada speaker built in tapi menurut saya penting-nggak-penting sih soal ini. Di meja saya sudah ada speaker 2.0 Fenda V620 yang masih cukup jedag-jedug dikit kalau buat denger musik DJ. 
  2. Absennya fitur AMD FreeSync memang tidak berpengaruh banget untuk penggunaan harian, namun bagi saya yang kadang edit-edit video kok ngerasa agak khawatir.
  3. Nggak bisa diatur tinggi rendah, cuma bisa miring-miring doang (tilting)

Monitor Xiaomi A24i 2026


(Menurut saya) Monitor Xiaomi A24i 2026 bisa dibilang masih satu level (naik dikit) dengan Samsung Essential S24D300.

Samsung Essential S24D300 kehilangan kemampuan untuk bersaing di skenario gaming berat maupun produktivitas profesional karena keterbatasan port lawas (VGA/D-Sub) dan refresh rate yang tertahan di 100Hz. Sebaliknya, Xiaomi A24i 2026 memberikan nilai (value) yang jauh lebih tinggi dengan lompatan performa ke 144Hz, panel berakurasi warna tinggi ΔE < 1, serta port DisplayPort bawaan untuk komputer-komputer modern.

Ini pilihan yang manirk bagi seorang blogger yang suka edit gambar dan video ringan seperti saya.

So, apa yang saya dapatkan jika benar-benar membeli Monitor Xiaomi A24i 2026

  1. Dapet garansi 3 tahun. 
  2. Bezzel tipis di 3 sisi bikin layar berasa lebih luas.
  3. tingkat kecerahan 300 nits dan rasio kontras 1500:1
  4. panel IPS-nya beresolusi Full HD (1920 x 1080) dengan cakupan 99% sRGB dan akurasi warna Δ E < 1 yang sangat baik di kelasnya.
  5. Mendukung refresh rate 144Hz
Monitor Xiaomi A24i 2026 dibanderol mulai dari 1.4 jutaan di marketplace dan dengan harga segitu saya kok masih ngerasa harusnya ada:
  1. Pivot atau Swivel-nya mangkir. Monitor ini cuma bisa dimiringin 5⁰ - 15⁰ doang. Minimal bisa Pivot-lah. 😁
  2. Speaker bawaan ataupun colokan jack 3.5mm. Minimal ada jack lah 
  3. USB Hub buat colokin flashdisk atau card reader biar laptop nggak terlalu banyak colokan kaya orang lagi di infus sana-sini. Tapi untungnya sudah dikasih satu port HDMI 2.0 dan satu port DisplayPort 1.4 sih. cukup fair lah.

Monitor ASUS VZ24EHF 

Monitor ASUS VZ24EHF. Foto Asus.com

Yang impressive dari Monitor ASUS VZ24EHF ketebalannya yaitu di angka 6.5mm dab design yang lebih minimalis lagi. "Cocok nih buat set up meja komputer minimalis" batin saya.

Tapi apakah cuma ini yang diunggulkan dari Monitor Asus?

Tentu tidak

Ada beberapa hal yang dimiliki oleh Monitor ASUS VZ24EHF namun tidak dimiliki oleh tidak dimiliki Monitor Xiaomi A24i 2026 dan Monitor Samsung Essential S24D300 yaitu:

  • Desain Ultra-Tipis Ekstrem (6.5 mm): Bagian tertipis dari ASUS VZ24EHF hanya berukuran 6,5 mm, jauh lebih ramping dibandingkan bodi Xiaomi A24i (~7,5 mm) dan Samsung S24D300 (~36,2 mm pada bagian panel tanpa stand).
  • Teknologi Gaming Khusus ASUS (GamePlus & QuickFit): Dilengkapi fitur bawaan GamePlus (crosshair, timer, FPS counter) dan QuickFit (menampilkan garis grid ukuran dokumen/foto di layar) yang tidak tersedia di monitor Xiaomi maupun Samsung.
  • Trace Free Technology & Motion Sync: Teknologi eksklusif ASUS untuk mengatur overdrive piksel secara otomatis guna mengurangi ghosting lebih lanjut pada 1ms MPRT.
  • Rasio Kontras Statis Lebih Tinggi (1300:1): ASUS VZ24EHF memiliki rasio kontras statis 1300:1, lebih tinggi dibandingkan Xiaomi A24i standar (1000:1) dan Samsung S24D300 (1000:1). (Catatan: Xiaomi A24i versi 2026 memiliki kontras 1500:1 dan refresh rate lebih tinggi 144Hz, namun tetap tidak memiliki fitur gaming OSD seperti GamePlus/QuickFit khas Asus).

Meskipun pilihan ini terlihat lebih sempurna bukan berarti Monitor ASUS VZ24EHF nggak ada celah ya. Berikut kekurangan yang memang bikin saya komen "Sayangnya kok....!".

Salah satunya adalah refresh rate yang oleh Asus dikunci pada angka 100Hz saja. Meskipun sebenarnya tetap bisa dipakai buat harian, tapi sangat sayang juga. Masih kalah sama Xiaomi yang sudah kasih Refresh Rate 144Hz.

Harga Monitor ASUS VZ24EHF mulai dari 1.3 jutaan, sayangnya kok minim Konektivitas. Pabrikan cuma kasuh 1 HDMI doang.

Jadi yang tertipis dari kedua rivalnya, sayangnya kok OSD-nya masih pakai tombol fisik yang ngumpet di bagian belakang monitor. Dari sini, Xiami jelas lebih unggul yang udah pakai tombol joystick lima arah.

Dari ketiga Monitor di atas, manakah yang paling cocok untuk saya (atau mungkin Anda)?

Tentu saya tidak akan memilih semuanya.

Pilihan yang bijak adalah pada kemampuan sumber dana dan fungsionalitas suatu alat.

Terkadang kita keburu nafsu pilih barang yang terbaik dikelasnya namun ada banyak fitur yang mubazir (tidak kepake samsek)

Mungkin Samsung bisa jadi pilihan terbaik dengan budget minim, toh sudah ada HDMInya jadi sudah sangat cukup untuk ekspansi layar HP 255 G8 punya saya. Tentu dengan konsekuensi menerima segala kekurangannya.

Bisa jadi saya pilih Xiaomi atau bahkan Asus sekalipun kalau dirasa ada dana yang cukup.

Percayalah, ngikutin teknologi, nggak akan pernah ada puasnya.

Semoga review singkat ini bermanfaat.



Posting Komentar

0 Komentar