Mengobati Rasa Rindu Nasi Grombyang Pemalang di Tegal

Rasa Rindu saya dengan cita rasa nasi grombyang khas Pemalang tiba-tiba meninggi.

Tak lama kemudian, saya teringat tempat makan nasi grombyang di sekitar jalan kapten ismail di Tegal.

Ya, jalan kesini kalo dari pantura,

Bisa lewat perempatan Pasific Mall ke kiri, terus nikung ke kanan, ketemu pertigaan, belok kiri. Lurus terus.

Pasti nyampe deh di sebuah warung tenda sederhana yang hanya menyajikan satu menu saja.

Ya, menu itu tak lain dan tak bukan adalah nasi grombyang.

Penyajian nasi grombyang ini mirip seperti soto sedap malam yang pernah saya sambangi beberapa waktu silam.


Padahal, selain kuliner khasnya yang ngangeni ini, ada spot wisata pantai yang sangat indah. Pantai Widuri! 

Ya, khas nya memang soto disajikan di atas mangkuk kecil seperti ini.

Jangan khawatir soal kenyang deh. Tak jamin, wareg (Saya jamin, kenyang). Begitu kata orang Tegal.

Sebenarnya, Nasi grombyang di Jalan kapten ismail ini bukan satu-satunya spot kuliner di sepanjang jalan.

Ada gudeg presto.

Ah, gudeg presto. Makanan khas jogja yang sudah membumi nusantara ini memang layak dicoba.

Tapi, ya, kali ini memang lagi fokusnya ke nasi grombyang. Jadi, pembahasan tentang gudeg presto lain waktu and lain kesempatan saja ya.

Oke
Lanjutkan...

Nasi grombyang disini bisa dibilang, ramah di kantong. Ya cukup dengan rogoh kocek 15 ribuan sudah dapet seporsi mangkuk.

Meskipun dengan harga segitu Saya nggak ragu menyantap kuahnya, sebelum semuanya diaduk dengan sendok kecil.

Kenapa mesti ragu?

Harga segitu sudah termasuk harga yang cukup nalar. Bahan untuk membuat nasi grombyang bs dibilang bukan bahan murah lho.

Bahannya kan daging sapi. Dan daging sapi itu bs dibilang daging yang mahal. Karena tidak semua orang bisa membelinya setiap hari untuk dikonsumsi harian.

Hayo jujur...!? 😂

Kalo gak percaya, silahkan cek. Tidak semua pasar tradisional menyediakan daging sapi segar lho. Yg ada hanya pasar-pasar besar saja.

Udah dulu yah bahas daging sapi nya.

Kembali ke nasi grombyang di jalan kapten ismail, Tegal.

Saat pertama kali nyruput kuahnya, yang saya bayangkan pertama adalah suasana warung nasi grombyang Pemalang yang khas dengan pengamennya yang stand di depan warung.

Pengunjung bisa request lagu.

Kalo saya punya waktu dan kesempatan berkunjung ulang ke sana, rasanya ingin sekali request lagu Wuyung yang pernah dipopulerkan oleh Waljinah. 😆😎.

Seandainya warung nasi grombyang populer ini ada di tengah-tengah keramaian pantai Widuri tentunya menambah sensasi sewaktu menyantap makanan khas Pemalang ini.

Ngenesnya, sampai artikel ini dipublikasikan, masih juga belum ada waktu dan kesempatan bertandang ke kota IKHLAS ini.

Hmmm, makan sambil dikipasi angin pantai Widuri yang sepoy-sepoy sama dinaungi pohon cemara yang adem. Plus, sambil memandandi orang-orang terkasih yang mengiringi perjalanan hidup. 

Nikmatnya...... 

Posting Komentar

0 Komentar