Kita Diciptakan Untuk Saling Dititipi, Bukan Saling Memiliki.

Kita Diciptakan Untuk Saling Dititipi,  Bukan Saling Memiliki.

Semoga tulisan ini berfaedah bagi kamu yang sedang dalam kegalauan.

Sebuah renungan bagi kita semua (termasuk juga saya) tentang apa yang sudah kita raih.

----

Terkadang segala sesuatu yang pernah atau yang sudah kita raih dengan mudahnya kita klaim bahwa sesuatu yang diraih itu adalah milik kita sendiri.

Misalnya, rumah.

Seseorang bekerja keras untuk membangun rumah yang diidamkan hingga kemudian, dia, seseorang tersebut berada di puncak kesuksesannya. Mampu membangun istana yang diidamkan. Kemudian mengklaim bahwa rumah yang dia bangun tersebut adalah miliknya. 

Begitu pula dengan kendaraan mewah yang ada di garasi rumahnya. Mobil ber-merk yang ia dapatkan dari keberhasilan bisnis ataupun karirnya. 

Terkadang, dari apa yang telah diraih oleh seseorang itu membuatnya lalai untuk mengingat siapa yang memberikannya kuasa untuk meraih segala sesuatu yang dibutuhkannya, bahkan yang diinginkannya.

Saya berharap sampai di sini kita semua sudah dapat memahami arah pembahasan postingan saya kali ini yang sengaja saya beri judul "Kita Diciptakan Untuk Saling Dititipi, Bukan Saling Memiliki.

Ya, jika kita ingat bahwa pada saat kita lahir tidak membawa sesuatu apapun, mungkin - dan saya yakin, pasti - kita akan sadar bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita ini adalah titipan. Bahkan, tubuh merah ini.

Rumah dan mobil yang disebutkan sebagai contoh di atas juga sebenarnya sama-sama titipan. Dan kelak, kita akan dimintai pertanggung jawaban itu kepada yang menitipkan semua itu.

Pertanyaannya...!? 

Apakah pasangan hidup kita juga termasuk dalam kategori titipan seperti 2 contoh di atas?

Untuk mendapatkan jawaban tersebut, kita perlu melihat salah satu firman Allah yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran, surat At-Toha berikut ini:
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰىlahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa mā bainahumā wa mā taḥtaṡ-ṡarāMilik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.

Ayat ini, jika kita meresapi dengan penuh penghayatan dari artinya, tak ada satupun benda, yang menjadi milik kita, bahkan kita (makhluk Allah) juga termasuk dalam lingkup kepemilikan Sang Khalik.

Oleh karena itu, menurut kamu, lancangkah kita jika dengan sadar dan sepenuh hati berkata "Ini milikku". 

Bahkan, terkadang, disaat dua insan yang saling mencintai, mereka dapat dengan ringanya mengucapkan "kau milikku, aku milikmu". 

Itulah sebabnya, kali ini tulisan ini berjudul "Kita Diciptakan Untuk Saling Dititipi, Bukan Saling Memiliki" 

Sekedar untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa tidak ada yang akan kita miliki dalam diri kita selain amal yang akan menemani kita setelah hidup ini usai.

Segala yang kita miliki adalah titipan. Titipan yang kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Yang Menitipkan.

Termasuk pendamping hidup kita.

Jika pasangan hidup adalah titipan maka suami adalah titipan bagi istri dan istri adalah titipan bagi suami.

Jagalah titipan itu. Jagalah keimanan dan ketaqwaannya supaya bisa sehidup se surga.

CMIIW



Posting Komentar

0 Komentar