Informasi Daging Kelinci Yang Perlu Kamu Tahu

Kelinci adalah salah satu binatang domestik. Yaitu binatang peliharaan yang dapat kita jumpai di dalam tiap-tiap rumah. Kelinci dipelihara sebagai teman bermain layaknya anjing atau kucing (pet) atau dibudidayakan untuk diambil dagingnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumsi daging walaupun hanya skala rumahan.

Daging kelinci merupakan salah satu alternatif pemenuh kebutuhan protein hewani bagi keluarga yang umumnya dapat dipenuhi oleh ayam, kambing, sapi, itik dll.

Nah, sebagai salah satu alternatif, maka kamu perlu tahu nih, apa saja sih Informasi Daging Kelinci yang perlu kamu tahu?

Mari disimak...!!!


1. Punya tekstur daging yang sama dengan ayam

Nah, baru tahu kan informasi daging kelinci yang satu ini.

Hal ini (kesamaan daging kelinci dengan daging ayam) dijelaskan oleh Guru Besar Unpad, Prof. Dr. Husmy Yurmiati, Ir. MS.

"Tekstur daging kelinci hampir sama dengan daging ayam, bertekstur halus dan berwarna putih. Daging kelinci memiliki kadar protein yang sama dengan daging ayam namun memiliki kadar kolesterol yang rendah, sehingga cocok dikonsumsi bagi penderita darah tinggi, jantung dan kolesterol. Selain itu, daging kelinci pun tidak banyak menggunakan bahan-bahan berbahaya yang mengancam tubuh manusia." [¹]

Sumber lain yang membahas tentang Daging Kelinci pun menorehkan informasi yang senada tentang tekstur daging kelinci yang sama dengan ayam namun dari segi kandungan gizi, daging kelinci lebih baik dari ayam.

Jadi meskipun kelinci tergolong binatang mamalia berkaki 4, tapi memiliki daging yang teksturnya sama dengan ayam yang tergolong dalam binatang unggas. Itulah informasi daging kelinci yang perlu kamu tahu.

2. Daging Kelinci rendah lemak dan Kolesterol

Ingat kuliner empal gentong yang pernah diulas sparklepush.com sebelumnya? Meskipun enak tapi bagi yang sedang "berhalangan" makan daging sapi bahkan jeroannya juga, tentu ini jadi penghalang selera kan!?

Nah, berbeda dengan sapi, kambing, bahkan ayam atau itik. Daging kelinci justru punya kandungan lemak dan kolesterol yang terendah diantara mereka.  

Dibawah ini sparklepush sajikan tabel perbandingan kandungan gizi pada daging kelinci dengan binatang ternak lainnya. Informasi ini didapat dari Kemkes [²]


Kandungan Gizi Daging Kelinci dan Ternak Lainnya.
Tabel Kandungan Gizi Daging Kelinci dan Ternak Lainnya
Jenis Daging
Air (%)
Protein (%)
Lemak (%)
Energi
(MJ/kg)
Kelinci
67,9
20,8
10,2
7,3
Ayam
67,6
20,0
11,0
7,5
Sapi
55,0
16,3
28,0
18,9
Domba
55,8
15,7
27,7
13,1
Babi
42,0
11,9
28,0
13,3
Sumber : Farrell dan Raharjo (1984)

Nah, sudah lihat 'kan gimana perbandingannya. Semoga kepo kamu tentang informasi daging kelinci yang perlu kamu tahu ini terobati yah.

Selain itu dapat menambah wawasan kamu bahwa daging kelinci itu ada nilai plusnya.

3. Obat Enak Untuk Penderita Asma

Klepusher punya Asma? 

Atau, ada sanak saudara kamu yang kena penyakit asma yang tak kunjung sembuh? 

Jika iya, kamu nggak salah nyari informasi daging kelinci disini dan yang perlu kamu tahu yaitu; ternyata di dalam daging kelinci selain memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak, ada juga zat ketotifen.

Apakah ketotifen itu?
Ketotifen adalah obat golongan antihistamin  yang bermanfaat untuk meredakan berbagai gejala rinitis alergi, seperti bersin, pilek, atau hidung tersumbat. Selain itu, ketotifen juga dapat digunakan sebagai terapi tambahan asma untuk mengurangi frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan penyakit asma. Namun, ketotifen tidak bisa digunakan untuk meredakan kondisi pasien saat asma menyerang. Obat ini bekerja dengan menghentikan efek histamin penyebab reaksi alergi. [³]

Nah itulah penjelasannya. Jadi jangan sungkan makan daging kelinci yah jika kamu punya asma.

Bagian organ tubuh yang paling bagus dikonsumsi untuk tujuan ini menurut informasi ada pada bagian hati.
_________________________________________________________
Referensi:

[¹] http://www.unpad.ac.id/profil/prof-dr-husmy-yurmiati-ir-ms-daging-kelinci-bisa-jadi-alternatif-pemenuhan-daging-di-indonesia/
[²] http://www.kesmas.kemkes.go.id/portal/konten/~rilis-berita/121910-daging-kelinci-sebagai-alternatif-untuk-perbaikan-gizi-masyarakat
[³] https://www.alodokter.com/ketotifen