Boleh Kenyang, Tapi Jangan Kekenyangan Yah...!

Obat lapar...? Ya Makan...!!!

Tapi, tahukah kamu kalau kekenyangan itu akibatnya nggak baik....
Nah, berikut ini sparklepush rangkum apa saja yang terjadi jika kamu terlalu lapar dan kamu makan kebanyakan.

Dikutip dari doktersehat[dot]com, makan terlalu banyak atau kekenyangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. [1]

Makan terlalu banyak kalau sering dilakukan bisa berdampak buruk bagi tubuh. Yang paling utama dijelaskan adalah, dampak makan terlalu banyak atau kekenyangan dan berulang-ulang atau menjadi kebiasaan maka masalah utama yang akan dihadapi si pemakan bisa mengalami peningkatan berat badan yang drastis.

Jika ini (kekenyangan) sering dilakukan maka risiko menderita obesitas sangat tinggi.

Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. [2]

Arya, si bocah obesitas. foto by tribunstyle
Jadi, kalau terlalu banyak makan, apalagi kalau makanan kamu banyak kandungan lemak dan gula, kamu musti waspada.

Waspada dari risiko kedatangan obesitas. Dampak dari obesitas yang berikutnya yaitu terkena penyakit-penyakit berbahaya seperti stroke, diabetes tipe dua, sleep apnea, hingga kanker pun akan mengintai tubuh kita setiap saat.

Jadi sangat disarankan menjaga pola makan sehat.

Memang, kata pepatah “Makanlah selagi lapar dan berhentilah sebelum kenyang” ada baiknya juga bagi kita.

Kita disarankan untuk tidak mengikuti nafsu makan secara berlebihan karena dapat menimbulkan dampak buruk di atas.

Cuman, hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri dan atau Idul Adha memang bikin kita nggak bisa menahan diri dari godaan makanan, icip sana - icip sini pun tak terelakkan.


Terkadang, perut sudah terasa penuh tapi lidah rasanya pingin icip-icip sate, gule, opor dan yang lainnya, hidangan yang ada di atas meja makan atau di meja tamu.

Lebih parah lagi, kadang kita merasa gak enak nolak ajakan makan saat bersilaturahmi ke handai taulan. Jadi, lapar – gak lapar pun maen sikat ajah.

Jangan nanya, mana ketupat, sate, opor, gule yah soalnya ini gambar cuman ilustrasi. Foto by Ali Inay on unsplash


Setidak-tidaknya, jajanan yang dihidangkan di atas meja tamu pun menjadi sasaran untuk menutupi rasa ‘nggak enak” tadi. Singkatnya, perasaan seperti ini disebut dengan ewuh pekewuh (baca: Ewuh Peukewuh) menutut orang jawa.

Lantas, bagaimana reaksi tubuh kita saat kita makan terlalu banyak?

Ngantuk berat. Itulah yang umum terjadi pada semua orang. Tapi kantuk ini tidak seperti kantuk karena kamu lelah beraktifitas seperti mencangkul tanah seper delapan hektar atau nguli yah.

Kantuk karena kekenyangan merupakan reaksi tubuh untuk beristirahat karena organ tubuh yang bertugas mencerna makanan, bekerja dua kali lipat.

Penjelasan ilmiyahnya sebagai berikut.

Kantuk berat yang terjadi setelah menyantap makanan secara berlebihan, kita sebut saja kekenyangan, merupakan imbas dari sistem saraf parasimpatetik. Sistem ini akan memperlambat kinerja tubuh sehingga tubuh akan fokus pada pencernaan makanan. [3]

Lebih spesifik lagi, pada saat proses pencernaan makanan, Pankreas akan melepaskan hormon yang disebut dengan hormon insulin.

Tak berhenti sampai disini yah. Rasa kantuk akibat kekenyangan ini disebabkan peningkatan melatonin dan serotonin. Nah, hormon inilah yang jadi biang rasa kantuk dan juga rasa gembira.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kantuk itu dapat terjadi karena kekenyangan atau terlalu banyak konsumsi makanan.

Apakah hanya kantuk saja, efek dari kekenyangan?

Ternyata tidak.

Masih ada lagi lho dampak buruk akibat kekenyangan.

Orang pintar sih menyebutnya dengan nama heartburn yaitu suatu kondisi dimana asam pencernaan keluar dari tempatnya.

Mungkin sederhananya wong jowo brebes menyebutnya dengan sunduken.

Apa itu sunduken?

Yaitu suatu kondisi yang sama dengan heartburn.

Lho, memangnya heartburn itu apa?

Ya seperti itu...!

Hahaha...,bulit...!

Kalau menurut tulisannya mas Arman Dani dalam tulisannya yang berjudul "Apa yang Terjadi Jika Anda Terlalu Banyak Makan?" heartburn yaitu Rasa nyeri akibat terlalu banyak makan biasanya terjadi karena terjadi reaksi asam dalam tubuh. Gejalanya rasa sesak di dada dan perut yang melilit. Asam yang seharusnya dibuat untuk proses pencernaan, “bocor” karena kita terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak tinggi atau makan hingga terlalu penuh.

Nah, dari penjelasan tersebut, rasanya hampir sama dengan sebuah rasa yang disebut dengan sunduken.

Jadi, dari beberapa penjelasan di atas dapat kita ulur sebuah kesimpulan.

Makan boleh-boleh saja sampai kenyang tapi jangan kekenyangan. Kenyang makan yang dimaksud dalam artikel ini adalah kenyang yang sewajarnya saja.

Atau pepatah jawa bertutur "Mandek sak durunge wareg" ini berarti berhentilah makan sebelum kekenyangan menghampiri dirimu, Ngger. Hihihi...

Lalu apa yang terjadi jika tubuh kita terlalu lapar?

Menurut saya yang awam dunia kedokteran, orang yang terlalu lapar bisa bikin kurang konsentrasi.

Jangankan kurang makan, kurang minum air putih saja bisa bikin konsentrasi menurun. Apalagi jika dilanda lapar yang sungguh terlalu.



[1]  https://doktersehat.com/berikut-adalah-dampak-buruk-dari-makan-terlalu-kenyang/
[2]  https://www.alodokter.com/obesitas
[3]  https://tirto.id/apa-yang-terjadi-jika-anda-terlalu-banyak-makan-crtR