Makan Malam di Warung Lontong Ayam Bu Eni yang Yummy

Warung Lontong Ayam Bu Eni
Lontong ayam Bu Eni adalah salah satu tempat makan recommended yang ada di Taman Rakyat Kota Slawi Kab. Tegal.

Apa alasannya?

Oke, ijinkan saya ber-muqodimah dulu.

Bisa dibilang, Taman Rakyat itu pusat hiburannya masyarakat Kab. Tegal karena di lokasi ini sering diadakan pagelaran seni, exhibition, dan yang lainnya.

Tempat ini jauh lebih ramai dibanding sama alun-alun kota Slawi yang letaknya bersebalahan dengan markas TNI AD.

Di Taman Rakyat warga Slawi dapat bertamasya disini bersama keluarga, sanak saudara, handai taulan, atau pasangan yang baru nikah dan atau pasangan yang sudah lama menikah banyak yang ngumpul dimari.

Mereka berdatangan untuk sekedar melepas lelah, mencari suasana makan malam baru atau sekedar ngemong anak-anak mereka. Terkadang banyak juga dari mereka yg bergerombolan muda-mudi dan atau gerombolan berpakaian rapi dan wangi.

Di Taman Rakyat Kota Slawi ini terdapat panggung besar, komplek kios, mushola dan Toilet tentunya.

Jadi kalau mau main kesini, gak bingung soal isi perut, bahkan sampai soal buang isi perut juga gak bingung.

Sebelum saya datang ke sini untuk menikmati hidangan makan malam Lontong Ayam Bu Eni yang Yummy ini, saya pernah datang pada saat diadakan perhelatan exhibition di sini.

Sekian dulu muqodimahnya yah. Kembalj ke pembahasan Makan Malam di Bu Eni yang Yummy.

Posisi

Lokasi Warung Makan Lontong Ayam Bu Eni berada di area Taman Rakyat Kab. Slawi yang posisinya berada di sebelah selatan dan warung makan Bu Eni menghadap ke utara.

Begitulah orienteeringnya warung makan Bu Eni yang kami jadikan destinasi makan malam waktu itu.

Meja panjang tempat makan pembeli sekaligus tempat barang jualannya Bu Eni. Kalo bahasa gaulnya sih namanya etalase kali yah.

Duduk di meja makan yang panjang dan berbentuk U, lebih tepatnya |_____| langsung disuguhkan hidangan kuah (sejenis) opor ayam yang ditusuk-tusuk kayak sate.

Tapi, jangan ambil sendiri yah. Disini bukan warung makan prasmanan seperti orang gelar hajatan.

Tidak ada menu lain di sini. Jadi, begitu dateng di hadapan Bu. Eni dan Crew, yang ditanya “Minumnya apa Mas?” kemudian pertanyaan berikutnya “Mau berapa porsi, Mas?”


Tadinya, saya pengennya minum jeruk anget tapi, ternyata zonk, jadi terpaksa minumnya teh anget manis, se-manis Bu. Eni. (Eh, tapi saya belum sempet nanya sih, mana yang namanya Bu. Eni)

Pembeli di warung makan Lontong Ayam Bu Eni selama kami nongkrong di sini, jarang yang makan di tempat. Kebanyakan, mereka berdatangan beli dan dibawa pulang. Selama kami nongkrongin warung makan Bu. Eni juga banyak yang datang dan pergi, silih berganti.

Beberap menit setelah pesanan minuman datang, pesanan (makan malam) kami pun datang. Inilah saat yang paling ditunggu.

Yah, saat yang paling ditunggu dimana lapar yang kami tahan selama perjalanan akan luluh lantak dengan makanan yang menjadi pilihan kami saat itu.

Dan memang benar.

Memang benar, ketika opor sate ayam itu mendarat di mulut saya, segala praduga itu hilang. Bahkan melebihi ekspektasi kami saat itu.

Kami mengira bahwa Lontong Ayam Bu Eni ini rasanya biasa-biasa saja. Atau bahkan dibawah standar.

Tapi, ketika daging ayam yang tersusun di lidi tusuk sate itu mendarat di gigi seri dan dilansir ke gigi geraham, praduga daging ayam yang alot berubah total.

Tertariklah bibir kami untuk meringis yang menandakan bahwa semua tidak sesua dengan su’udzonnya kami.

Maklum, ini adalah malam kali pertama kami bertandang di warung makan Lontong Ayam Bu Eni yang hmmmmm, Yummy.

Bahkan, untuk “menumpas” ketidak percayaan saya soal rasa, saya dengan malu-malu bertanya “Ini bener, ayam kampung, Mba?”

“Iya, ayam kampung dan semua ayam jago” Sambut beliau.

“Ini pasti ayam jago yang abis sabung, kalahan, dol..!” Canda Pak. Darmanto yang malam ini dengan baik hati mentraktir saya makan malam di Warung Makan Lontong Ayam Bu Eni.

---Intermezo---

Sebenarnya, ada banyak warung makan di Taman Rakyat Slawi Kab. Tegal. Karena saya tahu bahwa Pak. Bos-nya Electra Meubeul ini punya insting bagus soal kuliner, jadi saya persilahkan beliau untuk memilih tempat makan malam kali ini. Dan akhirnya, Warung Makan Lontong Ayam Bu Eni jadi pilihan utama.


Selain warung makan lontong ayamnya Bu Eni, sebenarnya ada tempat makan lain di sini yang beda dari biasanya yaitu sate kelinci.

Mungkin, Warung Makan Sate Kelinci ini akan kami sambangi di lain kesempatan.

Kembali ke Lontong Ayam Bu Eni yang Yummy.

Di depan kami, ada 10 tusuk sate opor ayam kampung yang disediakan untuk makan malam kami.

Hmmm, rasa itu, hingga artikel wisata kuliner ini dimuat, masih terbayang gurihnya, manisnya, kenyalnya, empuknya, kuahnya yang masih bermain-main di memori.

Sukses, Lontong Ayam Bu Eni bukan hanya menyembuhkan lapar tapi membuat kami ingin kembali lagi dilain waktu dan kesempatan.

Itulah kesan yang kami rasakan setelah menyantap Lontong Ayam Bu Eni yang mungkin hanya ada 1 di Slawi.

Kesimpulan:

Warung Makan Lontong Ayam Bu Eni memiliki cita rasa khas yang tidak saya jumpai di warung lontong sayur se wilayah Tegal – Brebes.

Warung makan ini sangat recommended buat kamu yang udah berkeluarga atau kamu bersama teman-teman sekantor (sekalian Bosnya biar dia yg bayarin :D). Jadi, kalau mau buat makan malam romantis-romantisan, di sini bukan tempatnya. Soalnya selama kami tongkrongi di sini, hanya beberapa pasang muda-mudi yang bersantap.

Harga relatif terjangkau. Jadi tidak perlu risau dan galau.

Mengenyangkan dan ngangenin.

Salam icip-icip.

Posting Komentar

0 Komentar