Kapan Waktu Yang Paling Pas Untuk Memasukkan Anak Ke Pondok Pesantren?


Pola pendidikan di Pondok pesantren memang sangat baik. Selain untuk membentuk karakter anak yang islami, juga untuk membangun kemandirian sejak dini. Namun, bagaimana jika anak dimasukkan ke Pondok Pesantren di usia yang masih sangat belia?

Setiap orang pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun, selain pandangan dan pemikiran orang tua, sesekali cobalah untuk pula memahami apa yang anak butuhkan. Ada banyak hal yang eprlu dipertimbangkan sebelum memberikan pendidikan untuk anak. Tak hanya di Pondok Pesantren saja. Bahkan, untuk sekolah di sekolah umum pun, ada beberapa aspek yang perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan si kecil.

Memilih Model Pendidikan Untuk Anak

Ada banyak model pendidikan yang ditawarkan di era ini. Mulai dari pendidikan umum formal baik non formal, sampai pendidikan yang berbasis agama. Namun, sebetulnya pola pendidikan seperti apa sih yang sangat dibutuhkan oleh anak?

Setiap anak terlahir dengan karakternya masing-masing. Sesungguhnya, karakter pun dapat diwariskan, atau juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Sebagai orang tua, Klepusher wajib mengenal karakter anak masing-masing. Agar tak salah memberikan formula yang pas.

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”
Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Menilik dari dalil tersebut, maka tak salah jika Ibu merupakan sosok terpenting dibalik terbentuknya karakter dan kecerdasan seorang anak. Pembentukan karakter pada anak di mulai sejak usianya masih sangat kecil, sampai ia menginjak usia 14 tahun. Pada masa ini dapat dikatakan masa-masa krusial dalam mendidik seorang anak.

Mulai dari usia 0-2 tahun, anak wajib mendapatkan ASI, agar anak memiliki keterikatan yang kuat dengan Ibunya. Menginjak usia 3-6 tahun, saatnya anak diperkenalkan dengan siapa dirinya dan lingkungannya. Dimana, masa-masa ini harus di isi oleh orang tua dan orang-orang terdekat.


Ketika anak berusia 6-10 tahun, anak laki-laki harus dekat dengan sang ayah, sedangkan anak perempuan harus dekat dengan Ibunya. Dan ketika anak menginjak usia remaja, dari 10-14 tahun, treatmentnya bisa dibalik.


Dimana, anak perempuan harus dekat dengan sang ayah, dan anak laki-laki dekat dengan ibunya.

Apa fungsinya metode tersebut? Hal ini untuk mengisi satu ruang kasih sayang di dalam bathin anak. Menurut journal of neuroscience, ikatan bathin anak perempuan dengan ibu yang kuat, dan ikatan bathin anak laki-laki dengan ayahnya yang kuat, akan memberikan suatu input dan output yang baik di otak.

Usia Berapa Anak Mampu Mondok di Pesantren?

Anak masih kecil kok sudah Mondok di Pesantren? Setiap orang tua pasti punya alasan. Memang betul, pola pendidikan di Pondok Pesantren sangat baik. Salah satu tujuan yang paling dikedepankan adalah membentuk akhlak yang baik pada anak.

Anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Idealnya, anak usia 12 tahun sudah mulai mampu mengenyam pendidikan di Pesantren. Lalu, bagaimana pada anak usia SD?

Memasukkan Anak usia SD ke Pondok Pesantren bukan hal pilihan yang buruk. Apabila, orang tua merasa kurang mampu mengisi nilai-nilai positif untuk anak. Misalkan, bagi orang tua yang bekerja diluar kota atau bahkan diluar negeri. Yang tak dapat menjangkau putra-putri mereka secara langsung.

Padahal, di usia tumbuh kembangnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang positif. Jadi, waktu dan alasan mengapa anak sekecil itu harus mondok, adalah sesuatu yang tak dapat dilihat dari satu sisi saja. Ada pertimbangan sisi positif dan negatif, utamanya untuk kepentingan tumbuh kembang anak.

Posting Komentar

0 Komentar